Breaking News

ODGJ Ngamuk Bawa Parang di Simpang Nalan, Diamankan Polisi

Polisi, TNI bersama warga mengamankan, M.Ali (42) mengamuk menghadang pengendara di jalan nasional Banda Aceh-Medan, Gampong Teupin Kupula/Simpang Nalan, Kabupaten Bireuen, Aceh (17/9) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Suasana di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Simpang Nalan, Kecamatan Jeunieb, Bireuen, mendadak panik. Seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berinisial M. Ali (42) mengamuk sambil membawa parang dan menghadang pengendara yang melintas.

Aksi tersebut terjadi pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, tepatnya di samping Masjid Imum Syafi'i, Gampong Teupin Kupula, Kecamatan Jeunieb.

Kapolres Bireuen melalui Kapolsek Jeunieb Iptu Afrimahmuzal, A.Md., S.H., mengatakan M. Ali telah diamankan polisi bersama warga setelah membuat kepanikan di jalan nasional tersebut.

"Yang bersangkutan mengamuk di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan di Simpang Nalan, tepatnya di samping Masjid Imum Syafi'i. Dalam aksinya yang bersangkutan merusak dua kendaraan bermotor dengan menggunakan senjata tajam (parang) dan tiga orang terluka saat menyelamatkan diri," kata Afrimahmuzal.


Menurut Afrimahmuzal, M. Ali berdiri di tengah jalan sambil membawa parang. Dia kemudian menghadang dan mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah pengendara sepeda motor yang sedang melintas.

Situasi pun berubah menjadi kepanikan. Para pengendara berusaha menghindar dari M. Ali yang mengejar sambil membawa parang.

Dalam kejadian itu, dua sepeda motor terjatuh setelah pengendaranya berusaha menghindari aksi tersebut. Tiga orang dilaporkan mengalami luka saat menyelamatkan diri menghindari amukan.

Sementara itu, sepeda motor yang tertinggal di lokasi menjadi sasaran amukan. Kendaraan tersebut dirusak menggunakan parang hingga mengalami kerusakan parah.

Aksi itu juga membuat arus lalu lintas di kawasan Simpang Nalan tersendat. Sejumlah warga dan pengendara berhenti di sekitar lokasi karena khawatir menjadi sasaran.

Warga bersama petugas keamanan akhirnya berhasil mengamankan M. Ali. Pria tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Jeunieb untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD Kabupaten Bireuen.

Salah seorang korban perempuan berinisial MS (52) sebelumnya mendapat penanganan di Puskesmas Peulimbang. Karena membutuhkan perawatan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke RS BMC Bireuen.

"Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka lecet akibat terjatuh saat berlari menghindari amukan," ujar Afrimahmuzal.

Kapolsek Jeunieb mengatakan berdasarkan keterangan Keuchik Gampong Sampo Ajad, Muhammad, M. Ali merupakan warga desa tersebut yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan selama bertahun-tahun.

Menurut keterangan keuchik, kondisi M. Ali disebut kambuh secara berkala. Selama ini, perilakunya ketika kambuh tidak sampai melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain.

"Apabila penyakitnya kambuh, ia biasanya hanya berbicara sendiri atau mengomel di warung-warung desa," kata Afrimahmuzal, mengutip keterangan Keuchik Muhammad.

Namun, aksi di kawasan Simpang Nalan menjadi kejadian berbeda. Untuk pertama kalinya, M. Ali disebut melakukan tindakan yang melibatkan kekerasan fisik serta penggunaan senjata tajam.

Pihak kepolisian bersama TNI dan warga berhasil mengamankan M. Ali untuk selanjutnya mendapatkan penanganan medis. Peristiwa tersebut juga telah dilaporkan kepada Polres Bireuen.

Polisi mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan orang yang mengalami gangguan kejiwaan dan menunjukkan perilaku membahayakan. Warga diminta segera menghubungi aparat keamanan agar penanganan dapat dilakukan secara aman.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya