![]() |
| Tgk. Ibnu Hajar Pimpin Pengajian Rutin, Tanamkan Nilai Bijak Berpikir, Santun Berbicara, dan Mulia Bertindak di SMA Negeri 2 Bireuen, Aceh (30/10) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | SMA Negeri 2 Bireuen terus memperkuat pendidikan karakter dan pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan pengajian rutin akhir bulan. Kali ini, warga sekolah diajak mendalami pentingnya berpikir bijak, santun dalam berbicara, serta mulia dalam bertindak sebagai bekal membangun kepribadian dan kehidupan sosial yang lebih baik.
Pengajian Rutin berpusat di halaman SMA Negeri 2 Bireuen, Jumat (30/10/2026), tersebut diikuti Kepala Sekolah Hasan Basri, S.Pd., M.M., dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa-siswi.
Pengajian dibimbing oleh Tgk. Ibnu Hajar dengan mengangkat tema “Bijak Berpikir, Santun Berbicara, Mulia Bertindak”. Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak, tutur kata, dan perilaku sehari-hari.
Dalam tausiah yang disampaikan, Tgk. Ibnu Hajar mengingatkan bahwa bijak berpikir berarti tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, tidak mudah terjebak prasangka, serta mampu melihat persoalan dengan pikiran jernih dan hati yang tenang.
![]() |
| Pengajian rutin akhir bulan di SMAN 2 Bireuen, Aceh (30/10) |
Menurutnya, nilai tersebut harus tercermin dalam kehidupan seluruh warga sekolah. Guru diharapkan membimbing peserta didik dengan penuh kasih sayang, tenaga kependidikan memberikan pelayanan dengan kesabaran, sementara siswa harus tekun belajar, mampu mengendalikan diri, dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Ia juga menekankan pentingnya santun berbicara sebagai bagian dari pembentukan karakter. Menjaga lisan bukan sekadar persoalan etika, melainkan upaya menghindari perkataan yang dapat melukai perasaan, memicu perselisihan, dan merusak hubungan antarsesama.
Perbedaan pendapat, lanjutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling merendahkan. "Sikap saling menghormati harus tetap dijaga, baik di lingkungan sekolah, ruang kelas, maupun dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, mulia bertindak berarti menjadikan kebaikan bukan sekadar ucapan, melainkan diwujudkan melalui perbuatan nyata. Hal tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti jujur saat ujian, disiplin datang ke sekolah, menghormati guru, menyayangi teman, menjaga kebersihan lingkungan, serta ikut menjaga nama baik almamater.
Kepala SMA Negeri 2 Bireuen, Hasan Basri, S.Pd., M.M., menyambut baik pelaksanaan pengajian rutin tersebut. Ia menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai rapor, mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA), maupun melanjutkan pendidikan melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Lebih dari itu, sekolah merupakan ruang pembentukan karakter, penanaman nilai moral, dan pembinaan akhlak generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu sekaligus beradab.
Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan dalam pengajian tersebut tidak berhenti sebagai renungan sesaat, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Bireuen.
Pengajian ditutup dengan doa bersama, memohon agar SMA Negeri 2 Bireuen senantiasa menjadi lingkungan pendidikan yang subur dengan ilmu dan nilai-nilai kebaikan.
Doa juga dipanjatkan agar kepala sekolah diberikan kekuatan dan amanah dalam memimpin, para guru senantiasa diberi keikhlasan dalam mendidik, tenaga kependidikan diberikan keteguhan dalam melayani, serta seluruh siswa memperoleh taufik untuk tumbuh menjadi generasi yang bijak dalam berpikir, santun dalam berbicara, dan mulia dalam bertindak.
Melalui kegiatan pengajian rutin ini, SMA Negeri 2 Bireuen menegaskan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki akhlak, adab, dan tanggung jawab dalam kehidupan.(**)


0 Komentar