![]() |
| Bupati Bireuen, H. Mukhlis., ST, menyerahkan bantuan masa panik kepada korban banjir luapan sungai di Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng (11/10) malam |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., turun langsung menemui warga terdampak banjir di Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Minggu malam (11/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan masa panik untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak bencana.
Banjir yang dipicu luapan air sungai itu berdampak pada warga di tiga dusun, yakni Dusun Sarah Mulia, Dusun Cot Jumpa, dan Dusun Krueng Meuh. Derasnya aliran air membuat sekitar 50 kepala keluarga (KK), berdasarkan laporan keuchik setempat, terpaksa menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi demi menghindari risiko banjir.
Bupati Mukhlis tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB. Kehadirannya menjadi bagian dari respons Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menangani kondisi darurat sekaligus memastikan masyarakat terdampak memperoleh perhatian dan bantuan awal.
Penyerahan bantuan masa panik diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang menghadapi situasi sulit akibat banjir. Di tengah kondisi darurat, kebutuhan masyarakat perlu segera diidentifikasi agar bantuan dan penanganan dapat disesuaikan dengan keadaan di lapangan.
Selain menerima laporan mengenai kondisi warga di Pante Karya, Bupati Bireuen juga memperoleh informasi tentang banjir yang melanda sejumlah desa dan kecamatan di sekitarnya.
Menanggapi laporan tersebut, Mukhlis meminta jajarannya segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap wilayah-wilayah yang terdampak.
Pemeriksaan itu dijadwalkan untuk ditindaklanjuti pada hari berikutnya guna mengetahui kondisi terkini dan kebutuhan masyarakat.
“Besok kami minta untuk dicek dan ditindaklanjuti,” tegas Bupati.
Arahan tersebut menjadi perhatian bagi Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk kembali ke lapangan, menghimpun data warga terdampak, serta mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak masyarakat.
Pendataan yang akurat diperlukan agar penanganan bencana tidak hanya berfokus pada wilayah yang telah dikunjungi, tetapi juga menjangkau desa-desa lain yang mengalami dampak serupa.
Banjir yang menyebabkan puluhan keluarga menyelamatkan diri menunjukkan pentingnya respons cepat dari seluruh unsur terkait. Selain penyaluran bantuan masa panik, pemantauan kondisi sungai, keselamatan warga, serta pemetaan wilayah terdampak perlu menjadi bagian dari langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, terutama bagi keluarga yang harus meninggalkan tempat tinggal untuk menghindari luapan air.
Pemeriksaan lanjutan sebagaimana diarahkan Bupati diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai dampak banjir sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.(**)

0 Komentar