Breaking News

Lantik 11 Anggota MPA, Bupati Tekankan Masa Depan Pendidikan Bireuen

H. Mukhlis., ST, melantik 11 Anggota Majelis Pendidikan Aceh, Kabupaten Bireuen (2/9) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST, melantik 11 anggota Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Kabupaten Bireuen periode 2026-2031, Kamis (1/10/2026) siang, di Oproom Setdakab Bireuen.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan peran MPA dalam memberikan masukan, rekomendasi, serta pemikiran strategis terhadap arah pembangunan pendidikan di Kabupaten Bireuen.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bireuen yang dibacakan Kepala Sekretariat MPA Bireuen, Andri Saputra, S.STP, Dr Diana, MA ditetapkan sebagai Ketua MPA Bireuen.


Sementara 10 anggota lainnya terdiri atas Dr Dhiauddin, M Usdami, SE., MM, Salman, ST, Syafruddin Daud, S.Pd, Hanapiah, S.Pd., MAP, Ibrahim Harun, S.Pd, Saiful Ma’ali, ST, Yusri, S.Sos., M.Si, Syafie M Isa, S.Pd, dan Abdul Manaf Isda, S.Ag.

Dalam arahannya, Bupati Mukhlis menyampaikan selamat kepada seluruh anggota MPA yang baru dilantik. Ia menegaskan, amanah tersebut bukan sekadar pengisian kepengurusan, tetapi memiliki tanggung jawab besar dalam ikut menentukan arah pendidikan Bireuen.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bireuen, saya menyampaikan selamat kepada seluruh anggota MPA yang hari ini dilantik,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, Bireuen memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang kuat dalam tradisi pendidikan, keislaman, dan pengembangan sumber daya manusia.

Karena itu, pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada angka, pembangunan gedung maupun penyediaan sarana dan prasarana. Pendidikan juga harus menyentuh pembentukan karakter, akhlak, kualitas tenaga pendidik, masa depan generasi muda, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.

“Saya berharap MPA Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 dapat menjalankan perannya secara objektif, konstruktif dan visioner,” katanya.

Mukhlis juga mendorong terbangunnya hubungan yang kuat antara Pemkab Bireuen, Dinas Pendidikan, MPA, sekolah, dayah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

Menurut Bupati, seluruh unsur tersebut harus bergerak dalam semangat kemitraan dan kolaborasi agar kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin setiap kebijakan pendidikan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, didukung data yang kuat, memberikan manfaat langsung bagi peserta didik,” tuturnya.

Bupati meminta MPA memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi daerah.

Persoalan tersebut antara lain peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses pendidikan, anak putus sekolah, penguatan pendidikan karakter dan Al-Qur’an, peningkatan kualitas pendidik, serta tantangan generasi muda akibat perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Mukhlis menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik dengan kemampuan akademik yang baik.

Pendidikan, kata dia, harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter, akhlak, kemandirian, daya saing, sekaligus tetap memegang nilai-nilai keislaman dan jati diri ke-Aceh-an.

“Kita tidak ingin hanya mencetak anak-anak yang pintar secara akademik. Kita ingin melahirkan generasi Bireuen yang cerdas, berkarakter, berakhlak, mandiri, memiliki daya saing dan tetap memiliki jati diri ke-Aceh-an serta nilai-nilai keislaman,” harapnya.

Kepada seluruh anggota MPA yang baru dilantik, Mukhlis berpesan agar jabatan tersebut dijadikan sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar posisi.

Ia juga meminta perbedaan pandangan tidak menjadi penghalang dalam menjalankan tugas. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan yang lebih baik bagi kemajuan pendidikan.

“Kepentingan pendidikan serta masa depan anak-anak Bireuen harus menjadi kepentingan utama,” tuturnya.

Mukhlis menegaskan Pemkab Bireuen terbuka terhadap kritik, masukan, dan rekomendasi konstruktif dari MPA maupun pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Pemerintah, katanya, membutuhkan mitra yang mampu menyampaikan persoalan secara objektif sekaligus menawarkan solusi.“Kita membutuhkan mitra yang berani menyampaikan apa yang benar, sekaligus mampu menawarkan solusi,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara Pemkab Bireuen, MPA, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan pendidikan dapat ditangani secara bersama.

“Saya percaya, apabila Pemda, MPA dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat bekerja dalam satu semangat. Kita akan mampu membangun sistem pendidikan Bireuen yang semakin baik,” pungkas Bupati Mukhlis.

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya