Breaking News

Hasan Basri Lantik Pengurus OSIS SMAN 2 Bireuen Periode 2026–2027

Hasan Basri., S.Pd., MM melantik Rafa Ryandra sebagai Ketua dan Khairul Fikri sebagai Wakil Ketua OSIS SMAN 2 Bireuen periode (19/10) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Tongkat estafet kepemimpinan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 2 Bireuen resmi berpindah tangan. Kepala SMAN 2 Bireuen, Hasan Basri, S.Pd., M.M., melantik pengurus OSIS periode 2026–2027 dalam upacara yang berlangsung di halaman sekolah, Senin pagi, 19 Oktober 2026.

Dalam pelantikan tersebut, Rafa Ryandra dipercaya menjabat sebagai Ketua OSIS, sedangkan Khairul Fikri dilantik sebagai Wakil Ketua OSIS. Keduanya bersama jajaran pengurus baru diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mengembangkan organisasi siswa serta mendorong kemajuan lingkungan sekolah.

Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat karakter kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan partisipasi siswa dalam berbagai kegiatan sekolah.

Dalam arahannya, Hasan Basri menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi siswa bukanlah gelar untuk dibanggakan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Kepala sekolah, Dewan Guru, Pengurus OSIS SMAN 2 Bireuen periode 2026-2027 (19/10) 


Ia mengingatkan para pengurus baru agar mampu menunjukkan keteladanan dalam perilaku sehari-hari, terutama dalam kedisiplinan, kegiatan belajar, dan pembentukan akhlak.

“Jabatan ini bukanlah gelar untuk dibanggakan, melainkan amanah untuk dijaga. Menjadi pengurus OSIS berarti kalian harus lebih dulu memberi contoh sebelum meminta orang lain melakukannya. Jadilah teladan dalam disiplin, dalam belajar, dan dalam berakhlak,” pesannya.

Hasan juga menekankan pentingnya peran OSIS sebagai penghubung antara siswa dan pihak sekolah. Menurutnya, pengurus harus mampu menampung serta menyampaikan aspirasi teman-temannya secara santun, sekaligus membantu menjelaskan kebijakan sekolah dengan cara yang baik dan mudah dipahami.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan siswa tidak cukup hanya dengan menjalankan program kerja. 

Lebih dari itu, pengurus OSIS dituntut mampu membangun komunikasi, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan solusi bagi kepentingan bersama.

Selain menekankan keteladanan, Hasan Basri mengingatkan para pengurus agar mengedepankan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas. Ia meminta mereka tidak menggunakan jabatan sebagai alat untuk mendominasi teman-temannya.

Prinsip “ukur hati dengan hati” menjadi salah satu pesan yang disampaikannya kepada pengurus OSIS periode 2026-2027.

Menurut Hasan, pemimpin yang baik harus bersedia mendengarkan, memahami keadaan orang lain, serta menjalankan tanggung jawab dengan ketulusan. Sikap saling menghargai dan mendukung dinilai menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang solid.

“Dalam menjalankan tugas, gunakan kebijaksanaan, bukan kekuasaan. Dengarkan teman-temanmu, pahami mereka, dan kerjakan semuanya dengan tulus. Jika kalian bersatu dan saling mendukung, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan demi kemajuan sekolah kita tercinta,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan OSIS tidak hanya ditentukan oleh ketua dan wakil ketua, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pengurus bekerja sama, membagi tanggung jawab, dan menjaga komitmen terhadap tujuan organisasi.

Pada kesempatan yang sama, Hasan Basri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus OSIS periode sebelumnya atas dedikasi, kerja keras, serta kerja sama yang telah diberikan selama menjalankan tugas.

Ia menilai kontribusi pengurus terdahulu merupakan bagian dari perjalanan organisasi yang perlu dihargai dan dijadikan pembelajaran bagi kepengurusan berikutnya.

Kepada seluruh warga sekolah, Hasan turut mengajak agar memberikan dukungan kepada pengurus OSIS yang baru dilantik. Dukungan tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui masukan yang membangun, partisipasi aktif, serta komitmen bersama dalam menjaga nama baik sekolah.

“Dukunglah pengurus OSIS kalian. Beri mereka masukan yang membangun, dan mari kita sama-sama menjaga nama baik almamater tercinta ini. Kemajuan sekolah adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya guru, bukan hanya pengurus OSIS, tetapi kita semua,” tegasnya.

Ajakan itu menempatkan kemajuan sekolah sebagai tanggung jawab kolektif seluruh warga pendidikan. OSIS diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berorganisasi, mengembangkan potensi, melatih kemampuan berkomunikasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.


Upacara pelantikan ditutup dengan doa bersama, disertai harapan agar Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan kemudahan kepada seluruh pengurus dalam menjalankan amanah.

Dengan kepemimpinan Rafa Ryandra sebagai ketua dan Khairul Fikri sebagai wakil ketua, kepengurusan OSIS SMAN 2 Bireuen periode 2026-2027 diharapkan mampu melanjutkan hal-hal positif dari periode sebelumnya sekaligus menghadirkan gagasan dan kegiatan yang bermanfaat bagi siswa.

Pergantian kepengurusan ini menjadi awal dari tanggung jawab baru. Tantangan sesungguhnya bukan terletak pada seremoni pelantikan, melainkan pada kemampuan pengurus membuktikan komitmen melalui tindakan nyata, program yang bermanfaat, serta sikap yang mencerminkan kedisiplinan dan integritas.

Pada akhirnya, keberhasilan OSIS tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana organisasi tersebut mampu menjadi wadah aspirasi, membangun kebersamaan, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan SMA Negeri 2 Bireuen. (**) 




0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya