Breaking News

Pemkab Bireuen Bekali Karang Taruna Keterampilan Barbershop

Kadis Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian menutup Pelatihan Pembekalan Ketrampilan Barbershop (Pangkas rambut) Anggota Karang Taruna selama 3 hari di Aula Dinas Sosial Bireuen (12/8) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pemerintah Kabupaten Bireuen membekali 30 anggota Karang Taruna dengan keterampilan barbershop atau pangkas rambut. Pelatihan selama tiga hari itu ditargetkan tak berhenti pada kemampuan memangkas rambut, tetapi berkembang menjadi peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi pemuda.

Pelatihan yang digelar melalui Dinas Sosial Kabupaten Bireuen bersama Karang Taruna Kabupaten Bireuen tersebut berlangsung 10-12 Agustus 2026 di Aula Dinas Sosial Bireuen.

Pesertanya berasal dari Karang Taruna di 12 kecamatan. Mereka tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga menjalani praktik memangkas rambut secara langsung.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pemuda agar memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri.

“Dengan adanya pelatihan ini, kita berharap pemuda Kabupaten Bireuen mampu menjadi pemuda yang kreatif, mandiri, mampu bersaing dan tentunya dapat menciptakan lapangan kerja,” ujar Alfian saat penutupan pelatihan, Rabu (12/8/2026).

Menurut Alfian, keterampilan pangkas rambut memiliki peluang ekonomi yang cukup terbuka. Karena itu, peserta diharapkan tidak berhenti mempraktikkan kemampuan tersebut setelah pelatihan selesai.

Ia menyebut program tersebut sejalan dengan harapan Bupati Bireuen agar pemuda memiliki keterampilan sekaligus keberanian untuk membangun usaha sendiri.

“Harapan Bupati Bireuen, setelah mengikuti pelatihan ini para pemuda tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha. Dengan demikian, mereka bisa menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri maupun bagi orang lain,” jelasnya.

Dinas Sosial Bireuen juga menyiapkan langkah lanjutan setelah pelatihan. Para peserta dan kecamatan asal mereka akan dievaluasi untuk melihat sejauh mana keterampilan tersebut diterapkan.

Hasil evaluasi nantinya menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan peserta atau kecamatan yang dinilai layak memperoleh bantuan peralatan pangkas rambut.

“Kita akan melakukan evaluasi ke depan terhadap Kecamatan-kecamatan yang telah mengikuti pelatihan. Dari hasil evaluasi tersebut nantinya akan dilihat siapa yang layak untuk mendapatkan bantuan peralatan pangkas dari Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial,” kata Alfian.

Dengan skema tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Peserta didorong membawa keterampilan yang diperoleh untuk dikembangkan di lingkungan masing-masing.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti praktik sekaligus penilaian. Kemampuan mereka diuji melalui sejumlah aspek, mulai dari teknik memangkas rambut, hasil potongan, kemampuan melayani pelanggan hingga pemahaman dasar dalam proses pemangkasan.

Praktik dan penilaian tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Sosial Bireuen. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan yang diberikan instruktur.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bireuen, Musnawar, SE, mengapresiasi dukungan Pemkab Bireuen melalui Dinas Sosial yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut.

Ia meminta peserta tidak menjadikan kegiatan tiga hari itu sebagai pengalaman sesaat.“Jangan sampai pelatihan ini hanya berhenti di Aula Dinas Sosial. Apa yang sudah dipelajari harus dipraktikkan dan dikembangkan,” harap Musnawar.

Menurutnya, keberhasilan program bukan sekadar dilihat dari kemampuan peserta menyelesaikan praktik selama pelatihan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana keterampilan itu benar-benar digunakan setelah peserta kembali ke kecamatan masing-masing.

Musnawar berharap keterampilan tersebut dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk membuka usaha barbershop.

Bahkan, jika usaha berkembang, para peserta berpeluang menciptakan pekerjaan baru bagi pemuda lainnya.

“Harapan kita, peserta bisa menjadi pemuda yang mandiri, mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan juga membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Dengan begitu, kita bersama-sama dapat membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Bireuen,” ujarnya.

Pelatihan barbershop tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Bireuen memperkuat keterampilan pemuda melalui Karang Taruna.

Tantangan berikutnya adalah memastikan ilmu yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan ditutup. Evaluasi, bantuan peralatan, pendampingan, serta keberanian peserta memulai usaha menjadi kunci agar pelatihan benar-benar menghasilkan dampak ekonomi.

Sebab, ukuran keberhasilan program bukan hanya berapa banyak pemuda yang mengikuti pelatihan, tetapi berapa banyak yang kemudian mampu mengubah keterampilan menjadi usaha, penghasilan, dan lapangan kerja baru.

Pelatihan pun resmi ditutup dengan harapan keterampilan pangkas rambut yang diperoleh 30 peserta dari 12 kecamatan itu tumbuh menjadi peluang usaha nyata di tengah masyarakat Bireuen.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya