Breaking News

Majelis Peudada Meusaboh Hate Satukan Warga Lewat Maulid

Pengurus Majelis Peudada Meusaboh hate Menghadiri Maulid Akbar dan santunan yatim piatu di Gamping Blang kubu, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh (27/8) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pengurus Majelis Peudada Meusaboh Hate menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di dua masjid di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Kehadiran tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, dan persatuan masyarakat.

Dua lokasi yang menjadi tempat peringatan Maulid yakni Masjid Baitul Ansar di Gampong Alue Sijuek dan Masjid Tgk. Meurehom Muda di Gampong Blang Kubu.

Rombongan pengurus Majelis Peudada Meusaboh Hate dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) Helmi bersama jajaran pengurus. Kehadiran mereka disambut para Keuchik setempat bersama masyarakat. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat di Kecamatan Peudada.

Bagi Majelis Peudada Meusaboh Hate, menghadiri undangan Maulid bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut dipandang sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat.

"Kita bersatu bukan karena satu nama, bukan karena satu tempat, tetapi karena satu iman, satu harapan, dan satu cinta kepada tanah air kita, Peudada," kata Helmi.

Selain mempererat silaturahmi, momentum Maulid juga diisi dengan kepedulian sosial. Di Masjid Tgk. Meurehom Muda, Helmi dipercaya Raja Imum Masjid, Tgk. Zainal, menyerahkan secara langsung santunan kepada sejumlah anak yatim.

Penyerahan santunan itu menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Kepedulian terhadap anak yatim dinilai sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan kasih sayang, kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.

Majelis Peudada Meusaboh Hate menilai peringatan Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai kasih sayang, kepedulian, persaudaraan dan kebersamaan dinilai penting untuk terus dirawat agar masyarakat tidak terpecah oleh perbedaan.

"Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini hendaknya menjadi cermin bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah yang penuh kasih sayang, sekaligus memperkuat persatuan, kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat Peudada," demikian disampaikan jajaran Majelis.

Majelis Peudada Meusaboh Hate menegaskan komitmennya untuk terus berjalan bersama masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan.

Organisasi tersebut ingin menjadi wadah yang tidak hanya menyatukan hati dan langkah, tetapi juga mendorong terbangunnya kebersamaan menuju Peudada yang maju, bersatu dan bermartabat."Tak ada yang terasing dan tak ada yang tertinggal. Semua adalah saudara," tegasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di dua masjid tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat persaudaraan. Bukan hanya melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga lewat aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya