![]() |
| Gapura pintu gerbang Gampong Baro, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh (9/8) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Running text digital di gapura pintu masuk Gampong Baro, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, mendadak berubah menjadi tulisan bernada kasar yang menyebut nama Keuchik Mulyadi.
Perubahan tulisan tersebut membuat warga geger. Keuchik Mulyadi merasa nama baiknya tercemar dan melaporkan peristiwa itu ke Kepolisian Sektor (Polsek) Samalanga pada Minggu (9/8/2026).
Mulyadi mengatakan, sebelumnya running text pada gapura tersebut menampilkan ucapan penyambutan, yakni "Selamat Datang di Desa Gampong Baro, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen."
Namun, tulisan pada papan digital itu tiba-tiba berubah menjadi kalimat bernada penghinaan yang mencatut namanya, kata Mulyadi.
![]() |
| Running Text Digital di Gapura pintu gerbang Gampong Baro berubah dari Selamat Datang dengan kalimat Mencemarkan nama baik Keuchik (9/8) |
Ia mengaku pertama kali mengetahui perubahan tersebut setelah seorang warga datang ke rumahnya dan memberitahukan adanya tulisan yang tidak biasa pada papan informasi digital di gapura.
Mendapat informasi itu, Mulyadi kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Setibanya di gapura, ia bersama sejumlah tokoh masyarakat, Ketua Pemuda dan pihak keamanan menemukan running text telah berubah.
Menurut Mulyadi, tulisan yang muncul berbunyi, "Keuchik Mulyadi, Kontol, Babi."
Tulisan tersebut kemudian menjadi perhatian warga dan memicu keresahan di tengah masyarakat Gampong Baro.
Peutuha Tuhapeut Gampong Baro, Aulia Dhani, mengatakan perubahan tulisan itu baru diketahui warga selepas salat Magrib.
"Sepertinya ada oknum yang merubah Running Text di pintu gerbang utama Gampong Baro," kata Aulia.
Ia menyebut, sebelum kejadian, running text tersebut hanya berisi ucapan selamat datang bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang memasuki Gampong Baro.
"Running Text yang sebelumnya bertuliskan Selamat Datang di Desa Gampong Baro, kini berubah menjadi 'Keuchik Mulyadi Kontol Babi'," ujarnya.
Aulia menilai perubahan tulisan tersebut telah merugikan nama baik Keuchik Mulyadi. Karena itu, masyarakat meminta aparat kepolisian mengusut siapa pihak yang mengubah tulisan pada papan digital tersebut.
"Perubahan Running Text tersebut merupakan pencemaran nama baik dan atas nama masyarakat Gampong Baro, kami minta pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku dan membawanya ke ranah hukum," katanya.
Aulia memastikan persoalan tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Laporan telah disampaikan kepada Polsek Samalanga agar peristiwa tersebut dapat ditelusuri.
"Atas peristiwa ini, kami telah melaporkannya ke Kepolisian Sektor Samalanga. Kami berharap akan segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian," harapnya.
Kini, masyarakat menunggu langkah aparat untuk mengungkap bagaimana akses terhadap papan digital tersebut bisa digunakan untuk menampilkan tulisan bernada penghinaan.
Identitas pihak yang diduga mengubah running text, motif, serta bagaimana pelaku memperoleh akses ke sistem digital tersebut masih menjadi bagian yang perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan kepolisian.
Redaksi terus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Pihak yang diduga terlibat tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan sesuai ketentuan hukum.(**)


0 Komentar