![]() |
| Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (bimtek) pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi orang tua dan wali siswa kelas XII SMAN 2 Bireuen (15/7) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | SMA Negeri 2 Bireuen menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi orang tua dan wali siswa kelas XII. Kegiatan itu digelar sebagai langkah menyatukan persepsi sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mempersiapkan siswa menghadapi TKA serta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Rabu (15 Juli 2026).
Kepala SMA Negeri 2 Bireuen, Hasan Basri, S.Pd., M.M., menegaskan seluruh program pembinaan yang disiapkan sekolah, termasuk bimbingan belajar dan remedial, diberikan tanpa dipungut biaya.
Menurutnya, yang paling dibutuhkan saat ini adalah dukungan moral dan motivasi dari orang tua agar siswa tetap semangat selama proses persiapan.
"Kegiatan bimbingan dan remedial bagi siswa-siswi ini sama sekali tidak memungut biaya apapun. Sekolah hanya membutuhkan dukungan motivasi yang kuat dari orang tua kepada anandanya di rumah," ujar Hasan Basri.
Dalam kesempatan itu, pihak sekolah juga menjelaskan pentingnya Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII. TKA disebut bukan sekadar ujian untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi menjadi instrumen pemetaan potensi, minat, dan bakat siswa.
Hasil tes tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar bagi sekolah, orang tua, maupun siswa dalam menentukan arah pengembangan kemampuan serta membantu memilih program studi yang sesuai saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pengawas Pembina SMA Negeri 2 Bireuen, Fakhrizal, S.Pd., menilai keberhasilan siswa tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dalam mengawasi dan mendampingi proses belajar di rumah.
"Kita tidak akan bisa mencapai target atau capaian tertentu bagi anak-anak kita tanpa adanya kerja sama yang baik. Kunci keberhasilan ini adalah kolaborasi bersama dalam mengawasi putra-putri kita," tegas Fakhrizal.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang akrab disapa Bu Ros memaparkan strategi yang telah disiapkan sekolah untuk memperkuat kesiapan siswa menghadapi TKA.
Ia mengatakan, sekolah akan menjalankan program bimbingan belajar dan remedial secara intensif selama 10 minggu ke depan agar seluruh siswa memiliki bekal akademik yang lebih matang.
"Bimbingan dan remedial akan terus kami lakukan secara intensif selama 10 minggu ke depan," kata Bu Ros.
Usai mengikuti sosialisasi, para orang tua dan wali siswa menyatakan siap mendukung penuh seluruh program sekolah. Mereka berkomitmen memberikan pendampingan dan motivasi kepada anak-anak di rumah agar dapat mengikuti TKA dengan maksimal serta meraih peluang masuk ke perguruan tinggi yang diimpikan.(**)

0 Komentar