![]() |
Forum Musrenbang di Aula Kantor Camat Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh (23/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (23/2/2026), berlangsung dinamis dan sarat aspirasi. Di tengah suasana Ramadan, forum yang digelar di Aula Kantor Camat Peusangan itu menjadi panggung utama gampong dan mukim menyuarakan kebutuhan prioritas pembangunan.
"Namun, forum strategis tersebut juga diwarnai sorotan tajam dan terkesan buang badan, tak satu pun anggota DPRK Bireuen dari daerah pemilihan Peusangan terlihat hadir.
Camat Peusangan, Alfian, S.Sos, menegaskan sejumlah usulan dari gampong akan melalui proses perangkingan sebelum dibawa ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK).
Menurutnya, pembangunan pascabanjir hidrometeorologi yang melanda Aceh, termasuk wilayah Peusangan, menjadi perhatian utama dalam perencanaan tahun mendatang.“Ke depan, pembangunan fisik harus adaptif terhadap bencana. Kita tidak ingin kejadian serupa kembali menimbulkan dampak besar karena infrastruktur yang tidak siap,” ujarnya.
Alfian juga mengapresiasi para keuchik dan tokoh masyarakat yang tetap antusias mengikuti Musrenbang meski berlangsung di bulan puasa.
Musrenbang dibuka oleh Plt Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah. Ia mengingatkan bahwa forum ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum menyusun program yang benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.“Perangkingan harus objektif dan terukur. Program yang diusulkan harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga, termasuk percepatan pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi semua unsur agar hasil Musrenbang tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi berlanjut hingga tahap penganggaran dan realisasi.
"Absennya 10 anggota DPRK Bireuen dari dapil Peusangan menjadi pembicaraan hangat. Sejumlah peserta menilai kehadiran legislatif krusial untuk mengawal aspirasi sejak tahap perencanaan hingga pembahasan anggaran.
Ketua APDESI Kecamatan Peusangan, Abdurrachman yang juga Keuchik Matang Mesjid, menyebut pembangunan Kantor Camat Peusangan kembali ditetapkan sebagai prioritas peringkat pertama.“Usulan ini sudah berulang kali kami sampaikan. Kantor camat menyangkut pelayanan publik. Harapan kami, ada perhatian serius dan pengawalan sampai terealisasi,” ujarnya.
Ketua Forum Mukim sekaligus Mukim Simpang Empat, Jusran, S.P, memaparkan sejumlah kebutuhan prioritas yang dinilai mendesak, seperti, Pembenahan Pasar Matang sebagai pusat ekonomi rakyat, Perbaikan jalan sepanjang 150 meter di depan SMK Peusangan, Pembangunan Masjid Besar Peusangan. Selain infrastruktur, ia menekankan pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir, mengingat sejumlah wilayah masih terdampak.
Jusran juga menyoroti belum optimalnya implementasi kewenangan lembaga mukim, meski regulasi telah tersedia.“Aturan mukim sudah ada, tapi pelaksanaannya belum maksimal. Padahal mukim memiliki peran strategis dalam tata kelola pemerintahan adat dan pembangunan masyarakat,” katanya.
Dihadiri Forkopincam dan OPD
Musrenbang turut dihadiri Plt Sekda Bireuen, perwakilan Bappeda, DPMGPKB, Asisten Bupati, unsur Forkopincam Peusangan, para Imum Mukim, KUA, perwakilan Puskesmas Peusangan dan Cot Ijue, pendamping desa, serta seluruh keuchik se-Kecamatan Peusangan.
Meski diwarnai kritik terhadap absennya legislatif, forum tetap menghasilkan daftar prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten melalui mekanisme perencanaan daerah.
"Para peserta berharap hasil Musrenbang tidak hanya menjadi dokumen administratif, melainkan benar-benar masuk dalam kebijakan anggaran pembangunan daerah.
Musrenbang Peusangan tahun ini menjadi refleksi meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan. Kini, publik menanti komitmen nyata antara eksekutif dan legislatif untuk memastikan aspirasi yang telah diperjuangkan tidak berhenti di meja rapat.(AAP)

0 Komentar