Breaking News

Buka Bimtek Kader se-Aceh di Bireuen: Sekjen PA Target Rebut 40 Kursi DPRA

Segenap unsur pengurus Partai Aceh, H. Aiyub Abbas, Zulfadli A.Md, Bupati/walikota, Anggota DPRA/DPRK, pada pemembukaan Bimbingan teknis peningkatan kapasitas kader Partai se-Aceh di Fajar Hotel, Bireuen (15/7) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Aceh (PA), H. Aiyub Abbas, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) serta Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) utusan Partai Aceh di Fajar Hotel, Bireuen, Rabu (15 Juli 2026) malam

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 Juli 2026, itu diikuti sebanyak 20 anggota DPRA, 115 anggota DPRK, serta utusan bupati dan wali kota dari Partai Aceh se-Aceh. Hadir pula jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA), pengurus Partai Aceh, para panglima wilayah, daerah, sagoe, dan kader PA.

Pembukaan Bimtek kader PA se-Aceh turut dihadiri, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, Ketua DPRK Juniadi, serta Forkopimda dilingkungan pemerintah Kabupaten Bireuen. 

Mengusung tema "Seuteot Geunareih Eindatu, Peu-Caroeng Aneuk Bangsa Aceh", bimtek dirancang untuk memperkuat kapasitas kader sekaligus menyamakan arah perjuangan partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

Ketua panitia, Dr. Teuku Rasyidin, SH, MH, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi momentum konsolidasi besar bagi seluruh elemen Partai Aceh.

Ketua Panitia, DR. T. Rasyidin., SH, MH., menyampaikan laporan pada pembukaan bimbingan teknis peningkatan kapasitas kader Partai Aceh se-Aceh di Fajar Hotel, Bireuen (15/7) malam

Menurutnya, keberhasilan Partai Aceh pada pemilu sebelumnya harus menjadi modal untuk meraih hasil yang lebih baik pada pemilu mendatang.

"Dengan izin Allah, pada pemilu mendatang Partai Aceh diharapkan mampu kembali merebut hingga 40 kursi di parlemen," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengambil hikmah dari perjuangan para pendahulu Aceh demi kemaslahatan masyarakat.

"Bek Gundah dan Gulana, sekiranya ada yang mengatakan jika kita yang telah terkorbankan pada masa lalu tidak termasuk syahid, itu tergantung pemahaman dan sudut pandang yang berbeda," katanya.

Selain penyampaian materi, bimtek juga dirangkai dengan rapat koordinasi dan penguatan kapasitas kader untuk menyatukan persepsi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan birokrat dan akademisi yang dinilai memiliki kompetensi di bidang pemerintahan, politik, dan pembangunan.

Dalam sambutannya, Sekjen Partai Aceh H. Aiyub Abbas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Ketua Umum Partai Aceh sebagai bagian dari upaya mencetak kader yang profesional dan siap mengemban amanah rakyat.

"Atas nama Ketua Umum Partai Aceh, saya membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Anggota DPRA dan DPRK guna melahirkan kader Partai Aceh yang profesional," katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tetap menjaga soliditas dan tidak terjebak dalam persoalan yang dapat melemahkan partai.

"Bek sampee dengan posisi Mualem (H.Muzakkir Manaf) uroe nyoe sabagoe Gubernur, han tamee pubut sapue. Bek gadoeh di peu gabuek dengeon persoalan yang hana peureulee. Bek di peu pakee sabee keudroe-droe. Mari jinoe ta meusaboh hatee untuk ta wujudkan Aceh yang leubeeh jroeh," pesannya.

Aiyub berharap seluruh kader mampu menjaga kekompakan sehingga berbagai persoalan internal yang pernah terjadi di sejumlah daerah tidak kembali terulang.

"Semoga ke depan tidak akan pernah lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mari bersama bersinergi membawa Partai Aceh menjadi partai yang bermartabat," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi dalam pemaparannya mengajak seluruh kader menjadikan kejayaan Partai Aceh pada Pemilu 2009 sebagai motivasi untuk bangkit kembali.

Menurutnya, dominasi Partai Aceh sempat mengalami penurunan seiring berkurangnya kepala daerah yang berasal dari partai tersebut.

"Tantangan memang ada. Namun dengan sinergi, kebersamaan, dan kerja nyata, Partai Aceh mampu mempertahankan eksistensinya di parlemen," katanya.

Ia menilai era digital menghadirkan tantangan baru, termasuk maraknya politik adu domba yang harus dihadapi dengan karya nyata, bukan sekadar pencitraan.

"Pencitraan tidak akan bertahan lama. Tetapi citra yang dibangun melalui karya akan terus hidup dan dikenang. Saya sudah membuktikan bahwa hasil kerja nyata akan membawa dampak baik bagi masyarakat maupun partai," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Tarmizi menegaskan bahwa persatuan menjadi kunci utama bagi kebangkitan Partai Aceh.

"Kesempatan terbaik bagi Partai Aceh adalah menyatukan persepsi dalam semangat kebersamaan demi mengembalikan kejayaan Partai Aceh pada masa-masa mendatang," pungkasnya. (**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya