Breaking News

Akademisi Sentil Bahlil: Urus Partai, Jangan Bawa Kampus ke Politik Praktis

Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar (dok) 


 BANDA ACEH, REAKSIONE.ID | Akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr. Taufik A. Rahim, melontarkan kritik tajam terkait keterlibatan ruang akademik dalam kepentingan politik praktis. Ia mengingatkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, agar fokus mengurus partai dan tidak menyeret kampus ke dalam dinamika politik yang berpotensi mengganggu independensi dunia pendidikan.

Menurut Taufik, kampus merupakan ruang akademik yang harus dijaga dari berbagai kepentingan politik praktis. Perguruan tinggi, katanya, memiliki fungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pemikiran kritis yang harus tetap bebas dari intervensi kekuasaan maupun kepentingan politik.

"Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Golkar tentu memiliki ruang politik yang sah untuk mengurus dan membesarkan partainya. Namun, kepentingan politik praktis tidak seharusnya memengaruhi atau menyeret kampus sebagai ruang yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir, objektivitas ilmiah, dan independensi akademik," tegas Taufik.

Ia menilai politik memang menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, setiap institusi memiliki fungsi, etika, dan batas kewenangan yang harus dihormati agar tidak terjadi tumpang tindih peran.

"Politik memang hadir dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, setiap tempat memiliki etika dan batasannya masing-masing. Arena politik adalah tempat berkompetisi gagasan dan kekuasaan, sedangkan kampus merupakan ruang lahirnya ilmu pengetahuan, riset, dan pemikiran kritis yang harus bebas dari tekanan politik praktis," ujarnya.

Taufik mengingatkan, mencampuradukkan kepentingan politik dengan dunia akademik berpotensi menimbulkan kebingungan publik sekaligus mengikis independensi lembaga pendidikan tinggi. Menurutnya, setiap institusi harus menjalankan peran sesuai fungsi yang telah diamanatkan.

Selain menyoroti dunia kampus, Taufik juga menyinggung pentingnya penghormatan terhadap kekhususan Aceh. Ia meminta setiap kebijakan maupun pernyataan yang berkaitan dengan daerah tersebut tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta menghormati kewenangan yang dimiliki Aceh.

Ia berharap seluruh pihak lebih mengedepankan dialog, menghormati kewenangan daerah, serta menempatkan kepentingan masyarakat Aceh di atas kepentingan politik jangka pendek.

Di akhir pernyataannya, Taufik mengajak seluruh elite politik menjaga marwah perguruan tinggi sebagai benteng ilmu pengetahuan. Menurutnya, kampus harus tetap menjadi ruang yang melahirkan generasi kritis, independen, dan berintegritas tanpa dibayangi kepentingan politik praktis.

"Kampus harus tetap berdiri sebagai benteng ilmu pengetahuan, tempat melahirkan generasi kritis, independen, dan berintegritas bagi masa depan bangsa," pungkasnya.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya