![]() |
| Masyarakat Gampong Jurong Binjee hadir ke Meunasah untuk menghadiri Rapat Umum yang telah dijadwalkan berakhir kecewa, Rapat dipending tanpa pemberitahuan (20/6) malam |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Penundaan mendadak rapat umum pemaparan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Tahun Anggaran 2025 di Gampong Jurong Binjee, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, memicu kekecewaan masyarakat.
Agenda yang sebelumnya telah disepakati dalam musyawarah gampong untuk digelar pada Sabtu (20/6/2026) malam itu tiba-tiba ditunda tanpa pemberitahuan yang jelas kepada warga. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait komitmen transparansi pemerintah gampong dalam pengelolaan anggaran desa.
Ketua Pemuda Gampong Jurong Binjee, Zulfikar Hidayat, mengaku tidak menerima informasi apa pun terkait penundaan rapat tersebut.
"Pada rapat sebelumnya telah diputuskan bahwa malam ini akan dilaksanakan rapat umum sebagaimana diumumkan oleh Ketua Tuha Peut. Namun tidak ada yang memberitahukan kepada saya bahwa rapat itu ditunda," kata Zulfikar kepada wartawan, Sabtu malam.
Hal senada disampaikan Imum Gampong Jurong Binjee, Tgk Muslim. Ia mengaku baru mengetahui rapat tidak jadi dilaksanakan setelah masyarakat mulai mempertanyakan agenda yang telah diumumkan sejak sepekan lalu.
"Saya tidak pernah diberitahukan terkait penundaan rapat umum ini, baik oleh perangkat gampong, keuchik maupun Tuha Peut. Padahal jadwalnya sudah ditetapkan satu minggu sebelumnya," ujarnya.
Kekecewaan juga datang dari kalangan masyarakat. Faisal, salah seorang warga, menilai pemerintah gampong dan Tuha Peut seharusnya konsisten terhadap keputusan yang telah disepakati bersama.
Menurutnya, penundaan tanpa pemberitahuan telah mencederai kepercayaan masyarakat yang selama ini menunggu pemaparan penggunaan APBG secara terbuka.
"Kami sangat kecewa. Rapat yang sudah diagendakan tiba-tiba dipending secara sepihak tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat. Seharusnya pemerintah gampong menghargai warga yang telah meluangkan waktu untuk hadir," katanya.
Faisal menegaskan, masyarakat tidak menginginkan polemik berkepanjangan. Namun mereka berharap adanya keterbukaan dalam setiap program dan penggunaan anggaran gampong.
"Jangan lagi mengkhianati kepercayaan masyarakat dengan janji-janji manis. Yang dibutuhkan hari ini adalah transparansi dan sikap sportif dalam menjalankan pemerintahan gampong. Pembangunan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan segelintir pihak," tegasnya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Jurong Binjee, Zulfikar, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa rapat umum tersebut ditunda hingga Minggu (21/6/2026) malam.
Menurutnya, informasi penundaan telah disampaikan langsung kepada sejumlah warga yang berada di meunasah usai salat Isya.
"Rapat dipending sampai besok malam. Saya sendiri datang ke meunasah dan memberitahukan kepada beberapa masyarakat yang ada di sana sekitar setelah Isya," kata Zulfikar.
Namun pernyataan tersebut dibantah oleh sejumlah warga yang mengaku hadir di meunasah pada malam itu. Mereka menegaskan tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait penundaan rapat sebagaimana disampaikan keuchik.
Perbedaan keterangan antara pemerintah gampong dan masyarakat tersebut kini menjadi sorotan. Warga berharap rapat umum yang dijadwalkan ulang dapat benar-benar terlaksana serta menjadi forum terbuka untuk menjelaskan penggunaan APBG 2025 secara transparan dan akuntabel di hadapan masyarakat.(**)

0 Komentar