Breaking News

Kadistanbun Bireuen Tegas! Lahan Sawah Hasil Rehabilitasi Wajib Digarap, Jika Dibiarkan Akan Dialihkan

Mulyadi., SE., MM, Kadistanbun Bireuen memberi pengarahan pada giat tradisi adat Kenduri Blang di Gampong Namploh Krueng, Kecamatan Samalanga (8/6) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen mengingatkan para petani agar segera mengolah lahan sawah yang telah direhabilitasi pemerintah pascabencana hidrometeorologi. Lahan yang tidak dimanfaatkan sesuai jadwal tanam berpotensi dialihkan pengelolaannya kepada kelompok tani maupun pihak ketiga.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Distanbun Bireuen, Mulyadi, SE, MM, saat menghadiri kegiatan Kenduri Blang di Gampong Namploh Krueng, Kecamatan Samalanga, Senin (8/6/2026).

Menurut Mulyadi, percepatan pengolahan lahan menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan musim tanam dan meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya pada areal yang telah mendapat penanganan rehabilitasi dari pemerintah pascabencana.

"Untuk memaksimalkan hasil panen, pola tanam harus dilakukan secara serentak di setiap wilayah. Karena itu, seluruh petani diharapkan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan agar distribusi air irigasi berjalan optimal," ujar Mulyadi.

Ia menjelaskan, untuk wilayah Samalanga, pintu air irigasi telah dibuka sejak 15 Mei 2026. Selanjutnya, pengolahan tanah dimulai pada 19 Mei, sementara masa penyemaian benih berlangsung pada 1 hingga 10 Juni 2026.

Adapun jadwal tanam serentak telah ditetapkan mulai 15 hingga 25 Juni 2026. Setelah itu, pintu air direncanakan mulai ditutup pada pertengahan September sebelum memasuki masa panen yang diperkirakan berlangsung pada akhir September 2026.

Mulyadi menegaskan bahwa lahan sawah yang sebelumnya tertimbun lumpur akibat bencana dan telah diperbaiki melalui program rehabilitasi pemerintah harus segera dimanfaatkan oleh pemiliknya.

Menurutnya, pemerintah tidak menginginkan lahan yang telah menghabiskan anggaran rehabilitasi justru terbengkalai dan tidak memberikan manfaat bagi peningkatan produksi pangan daerah.

"Apabila lahan yang telah direhabilitasi tidak diolah atau tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya, maka berdasarkan surat keterangan dari pemerintah gampong, lahan tersebut dapat dikelola oleh kelompok tani atau pihak lain yang siap mengusahakannya," tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh lahan produktif dapat dimanfaatkan secara maksimal serta tidak mengganggu jadwal pembagian air irigasi yang telah disusun.

"Kami berharap masyarakat yang lahannya terdampak bencana hidrometeorologi segera mengolah tanah yang telah direhabilitasi pemerintah. Jangan sampai terlambat sehingga mengganggu jadwal tanam maupun distribusi air dari jaringan irigasi," katanya.

Kegiatan Kenduri Blang tersebut turut dihadiri Anggota DPRK Bireuen Tgk. Ja'far, Camat Samalanga Muhammad Rizal, Imum Mukim, para penyuluh pertanian, gabungan kelompok tani (Gapoktan), keuchik, serta ratusan petani dari sejumlah gampong di Kecamatan Samalanga.

Momentum Kenduri Blang menjadi sarana memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparatur gampong, dan petani dalam menyukseskan musim tanam tahun 2026 sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang telah dipulihkan pascabencana.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya