Breaking News

Plt. Kadistanbun: Sektor Perkebunan Sangat Penting Bagi Aceh

Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP Plt. Kadistanbun Aceh (doc) 

 ACEH TIMUR, REAKSIONE.ID
 | Sektor perkebunan yang terdampak bencana November 2025 tercatat sekitar 60.438 ha dengan komoditi umumnya kelapa sawit, kopi, kakao, pinang, karet, kelapa dalam, sere wangi, tembakau dan lainnya, Kamis (28 Mei 2026) 

Ini juga memerlukan pemulihan agar para pekebun kita dapat beraktivitas kembali. Kita sedang upayakan baik dari sumber APBK, APBA, maupun APBN dan sumber lainnya.

Pemerintah Pusat melalui Kementan Insya Allah akan mengalokasikan sekitar 26.300 ha khususnya untuk pengembangan kawasan kopi sekitar 17.300 ha, pengembangan kawasan kakao sekitar 8.800 ha dan pengembangan kawasan kelapa sekitar 200 ha.

Terkait hal ini kami minta kepada dinas kabupaten/kota agar dapat mempercepat CPCL (calon petani dan calon lokasi). Tentu harapan kami kepada Kementan c/q Dirjenbun agar komoditi lain dapat diintervensi lebih banyak, ujar Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP Plt. Kadistanbun Aceh baru-baru ini di Banda Aceh.

Azanuddin Kurnia menyatakan bahwa hasil dari komunikasi dengan Direktur Perbenihan Ditjenbun Ebi Rulianti, SP, M.Sc dan juga langsung datang ke Balai Besar Perbenihan Proteksi dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan baru-baru ini serta bertemu dan diskusi dengan Kepala Balai Kus Haryanto, S.Si, MP.  

Kepada kedua pejabat tersebut secara terpisah Azan berharap agar dapat membantu Aceh dari sektor perkebunan terutama pasca bencana."Saya diperintahkan oleh Gubernur, Wagub dan juga Sekda agar terus berupaya mencari sumber dan program dari para pihak untuk pemulihan di Aceh pasca bencana termasuk pada sektor perkebunan, ujar Azan yang juga Ketua PISPI Aceh ini. 

Azanuddin Kurnia menyatakan bahwa komitmen Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menyatakan bahwa akan mengalokasikan seluas 17.300 ha untuk komoditi kopi arabika di Kabupaten Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues. Kemudian sekitar 8800 ha komoditi kakao  untuk Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah. 

Selanjutnya sekitar 200 ha untuk komoditi kelapa di Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Utara.  

"Jadi secara total tahun ini Insya Allah akan dialokasikan sekitar 26.300 ha untuk ketiga komoditi tersebut.

Saat ini menurut Azan dari 17.300 ha kopi yang sudah ada CPCL sekitar 14.800 ha masih ada sekitar 2500 ha yang masih berproses. Kemudian  kakao 8800 ha yang sudah ada CPCL sekitar 4.982 ha dan masih ada sekitar 3.818 ha yang masih berproses serta ada 200 ha kelapa yang juga masih berproses. 

Azanuddin Kurnia berharap agar kawan-kawan dinas kabupaten dapat lebih cepat melakukan CPCL dengan tetap memperhatikan kriteria dan dengan sangat hati-hati agar penerima manfaat benar-benar mereka yang berhak mendapatkannya.

Bila CPCL sudah kita terima semua maka kita akan teruskan ke BBRMP untuk selanjutnya diteruskan ke Jakarta. Kita berharap semua bisa selesai tidak terlalu lama sehingga semua program tersebut dapat kita laksanakan pada tahun ini juga dengan bantuan Ditjenbun Kementan dengan pengawalan dan arahan dari pimpinan sesuai tingkatannya, ujar Azan.

Perkebunan sangat penting bagi kita dan Aceh. Ada sekitar 1,1jta ha lahan perkebunan kita dengan puluhan komoditi binaan perkebunan baik komoditi strategis nasional seperti Kopi, Kelapa Dalam, Kelapa Sawit, Karet, dan Kakao (5 K) serta komoditi andalan Aceh selain yang lima tersebut juga ditambah dengan Pala, Lada, Nilam dan Tembakau (PLNT). 

Tentu hal ini selain sebagai sumber pendapatan masyarakat juga bisa menambah pendapatan daerah, devisa negara juga ikut membangun ekonomi daerah dan bangsa ini ujar Azan menutup pembicaraan.(TS

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya