Breaking News

Fokus Transparansi dan Mutu: Kepsek Bireuen Dibekali Penyusunan RKAS BOS Afirmasi 2026

Sosialisasi Penyusunan RKAS dan BOS di Lingkungan SD, TK, PAUD dan SKB Kabupaten Bireuen di Wisma BJ (11/5) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Puluhan kepala sekolah dari wilayah pedalaman dan terpencil di Kabupaten Bireuen mengikuti sosialisasi penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi Tahun 2026, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Wiswa Bireuen Jaya itu diikuti kepala Sekolah Dasar (SD), Taman Kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). 

Sosialisasi digelar untuk memperkuat pemahaman sekolah terkait pengelolaan Dana BOS Afirmasi dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) agar lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Peserta mayoritas berasal dari sekolah yang berada di daerah terpencil, tertinggal, dan memiliki keterbatasan akses layanan pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen turut menghadirkan sejumlah narasumber guna memberikan pemahaman teknis terkait pengelolaan anggaran pendidikan tahun 2026.

Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Khairul Mursalin menjelaskan, Dana BOS Afirmasi merupakan program pemerintah pusat yang difokuskan untuk membantu sekolah di daerah khusus yang masih memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan.

Menurutnya, seluruh proses penggunaan Dana BOS Afirmasi 2026 harus mengacu pada petunjuk teknis pemerintah, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan hingga pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran.

“Penyusunan RKAS harus dilakukan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan sekolah dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran. Seluruh penggunaan anggaran wajib transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Khairul Mursalin dalam pemaparannya.

Dalam sosialisasi itu, peserta juga mendapatkan penjelasan rinci terkait mekanisme pengelolaan Dana BOS Reguler, BOS Afirmasi, Dana BOP PAUD, hingga BOP Kesetaraan Tahun 2026. Materi yang disampaikan mencakup penyusunan RKAS berbasis kebutuhan sekolah, tata cara penginputan anggaran melalui aplikasi pemerintah, hingga sistem pelaporan realisasi penggunaan dana.

Tak hanya itu, pihak narasumber juga menyoroti pentingnya penguatan administrasi sekolah agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan pendidikan. Kepala sekolah diminta lebih teliti dalam menyusun program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas belajar peserta didik.

Dana BOS Afirmasi Tahun 2026 sendiri diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran, pengadaan sarana pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, digitalisasi sekolah, hingga peningkatan kualitas lingkungan belajar di daerah khusus.

Sementara itu, Dana BOP PAUD dan BOP Kesetaraan diarahkan untuk menunjang operasional pendidikan nonformal dan layanan pendidikan anak usia dini agar tetap berjalan optimal, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar pembelajaran.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah kepala sekolah menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, terutama sekolah-sekolah terpencil di Kabupaten Bireuen.

Mulai dari keterbatasan akses internet, kesulitan administrasi pelaporan, hingga minimnya sarana pendidikan menjadi persoalan yang paling banyak disampaikan peserta dalam forum tersebut.

Melalui sosialisasi itu, pemerintah daerah berharap seluruh satuan pendidikan mampu menyusun RKAS secara tepat, terukur, dan sesuai regulasi, sehingga pemanfaatan Dana BOS dan BOP Tahun 2026 benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bireuen.(AAP

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya