Breaking News

Viral Dugaan Perselingkuhan di TikTok, Suami Klaim Kantongi Bukti; Bupati Aceh Timur Bantah Tudingan

Muhammad Alan, Suami (MS) perempuan yang diduga berselingkuh dengan pejabat daerah di Kabupaten Aceh Timur (29/4) 

 ACEH TIMUR, REAKSIONE.ID | Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral yang menyinggung dugaan perselingkuhan seorang perempuan berinisial MS dengan seorang pejabat daerah di Kabupaten Aceh Timur. Video tersebut diunggah oleh suami MS, Muhammad Alan, melalui akun TikTok dan turut beredar di Facebook sejak Rabu (29 April 2026).

Dalam sejumlah unggahan, Alan menyampaikan langsung pernyataannya dari halaman kantor kepolisian dan area sebuah masjid. Ia menegaskan bahwa langkahnya mengungkap kasus ini bukan untuk menyebarkan fitnah.

“Saya tidak berniat memfitnah. Saya memiliki sejumlah bukti yang menguatkan dugaan tersebut,” ujar Alan dalam video yang beredar.

Alan mengaku telah melaporkan dugaan perselingkuhan itu ke Polres Aceh Timur serta Polda Aceh untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Ia juga menyebut bahwa istrinya telah meninggalkan rumah bersama dua anak mereka setelah ia menemukan sejumlah bukti. Salah satu bukti yang diklaim Alan adalah melihat langsung istrinya berada di dalam mobil bersama seorang pejabat daerah di salah satu kecamatan di Aceh Timur.

Selain itu, Alan mengaku sempat menerima panggilan video pada tengah malam yang diduga melibatkan pihak yang ia tuding. “Bukti-bukti itu ada pada saya dan akan saya buka ke publik pada waktunya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, membantah tegas tudingan tersebut. Ia menyebut isu yang beredar sebagai fitnah.“Ini adalah tuduhan yang tidak benar. Insyaallah besok, Kamis (30/4/2026), saya akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan semuanya secara terbuka,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak MS terkait tuduhan tersebut. Publik pun menantikan klarifikasi lanjutan dari semua pihak yang terlibat.

Di tengah polemik ini, sejumlah warga turut menyuarakan keprihatinan mereka di media sosial. Selain menyangkut nama baik daerah, sebagian masyarakat juga menyoroti agar persoalan ini tidak mengganggu fokus pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai isu publik, termasuk penanganan pascabencana di wilayah Aceh Timur.

Kasus ini masih dalam tahap pengaduan dan belum ada kesimpulan hukum. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menindaklanjuti laporan secara profesional dan transparan guna memastikan kejelasan fakta di balik polemik yang berkembang.(DS

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya