![]() |
| Jenazah Nurmasyitah, Korban Kecelakaan Tabrakan Angkutan Umum Toyota Hiaice di jalan nasional Banda Aceh - Medan, Desa Blangme Timu, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh (14/2) dinihari. |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Kecelakaan maut terjadi di jalan nasional kawasan Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (14/3/2026) dini hari. Seorang guru SMA bernama Nurmasyitah (59) meninggal dunia setelah ditabrak minibus angkutan umum Toyota Hiace saat hendak menyeberang jalan.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di depan SPBU Jeunieb. Korban diketahui merupakan warga Gampong Matang Nibong, Kecamatan Jeunieb, dan berprofesi sebagai guru di salah satu SMA di Kecamatan Peulimbang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu diduga hendak menyeberangi jalan nasional dari arah utara. Namun secara tiba-tiba sebuah minibus Toyota Hiace BL 7870 AD yang datang dari arah Medan menuju Banda Aceh melintas di lokasi hingga tabrakan tak dapat dihindari.
Benturan keras membuat korban terpental kembali ke sisi utara jalan. Sejumlah saksi mata menyebutkan korban tidak lagi bergerak setelah kejadian, dengan pendarahan pada bagian kepala akibat benturan.“Korban terpental ke pinggir jalan setelah tertabrak. Saat itu kondisinya sudah tidak bergerak lagi,” ujar seorang saksi di lokasi.
Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Jeunieb untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawanya tidak tertolong.
Dokter piket Puskesmas Jeunieb, dr. N, mengatakan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
“Pasien sampai di puskesmas sudah tidak ada denyut nadi. Setelah diperiksa, pasien dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Selanjutnya, jenazah korban dijemput oleh pihak keluarga dan dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Matang Nibong untuk dimakamkan.
Sementara itu, FZ, sopir minibus Toyota Hiace yang terlibat kecelakaan, mengaku kendaraan yang dikemudikannya saat itu tidak melaju dengan kecepatan tinggi.
Menurutnya, ia sudah berusaha mengerem dan membanting setir ke kiri ketika melihat korban menyeberang secara tiba-tiba di dekat SPBU Jeunieb.
“Mobil tidak dalam kecepatan tinggi. Saat di dekat SPBU tiba-tiba ada orang melintas. Saya langsung mengerem dan kendaraan bahkan sudah keluar ke jalur kiri, tapi tabrakan tidak bisa dihindari,” kata FZ.
Ia juga mengaku masih terbayang-bayang dengan detik-detik sebelum tabrakan terjadi, ketika sempat bertatap muka dengan korban.“Saya sempat melihat korban menatap ke arah saya dengan mata terbelalak. Itu yang terus menghantui saya sampai sekarang,” ungkapnya.
FZ menyebut dirinya menyadari peristiwa tersebut merupakan musibah, namun ia tetap merasa bertanggung jawab dan berencana menemui keluarga korban untuk menyampaikan permohonan maaf.
“Saya akan berusaha mendatangi keluarga korban untuk meminta maaf. Saya juga berniat berziarah ke makam beliau karena tidak sempat meminta maaf secara langsung,” ujarnya.
Usai kejadian, sopir bersama kendaraan sempat diamankan di Polsek Jeunieb. Selanjutnya kasus tersebut ditangani Unit Laka Lantas Polres Bireuen.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satlantas Polres Bireuen belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun status hukum dari pengemudi kendaraan tersebut.(**)
.webp)
0 Komentar