![]() |
| Penyerahan Simbolis Bantuan Mencapai Rp100 Milyar oleh Mendagri dan Mensos kepada Korban bencana Banjir di Aceh Timur (16/3) |
ACEH TIMUR, REAKSIONE.ID | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyambut kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kabupaten Aceh Timur, Senin (16/3/2026). Kunjungan dua menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto itu sekaligus menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Serbaguna Pendopo Bupati Aceh Timur. Total bantuan yang disalurkan melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mencapai Rp100.975.850.000 untuk mendukung penanganan korban bencana di daerah itu.
Bantuan tersebut terdiri dari beberapa komponen utama, yakni bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp38,21 miliar untuk 7.643 kepala keluarga, bantuan jaminan hidup Rp38,92 miliar untuk 28.831 jiwa, serta bantuan isi hunian Rp22,92 miliar bagi 7.643 kepala keluarga.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan santunan ahli waris sebesar Rp900 juta untuk 60 korban meninggal dunia, serta santunan luka berat Rp10 juta untuk dua korban.
Dalam laporannya, Bupati Al-Farlaky menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebelumnya telah mengajukan sejumlah bantuan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial sebagai bagian dari penanganan dampak bencana yang melanda daerah tersebut.
"Untuk bantuan stimulan sosial ekonomi, Pemkab mengajukan dukungan bagi 25.320 kepala keluarga berdasarkan data rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Namun hingga saat ini, baru 7.643 kepala keluarga yang disetujui dengan total anggaran Rp38,21 miliar.
Selanjutnya untuk jaminan hidup, Pemkab mengajukan bantuan bagi 47.389 jiwa selama tiga bulan dengan nilai Rp15 ribu per jiwa per hari, berdasarkan data penghuni hunian sementara dan tempat tinggal terdampak. Dari jumlah tersebut, 28.831 jiwa telah mendapat persetujuan dengan anggaran Rp38,92 miliar.
Sedangkan bantuan isi hunian diajukan untuk 25.320 kepala keluarga, dan yang telah disetujui sebanyak 7.643 kepala keluarga dengan total anggaran Rp22,92 miliar.
24 Kecamatan Terdampak
Al-Farlaky juga memaparkan besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Timur sepanjang 2025. Tercatat 24 kecamatan dan 454 gampong terdampak banjir.
Sementara rumah yang terendam mencapai 81.603 unit, dengan 56.332 kepala keluarga atau 236.822 jiwa mengungsi. Secara keseluruhan, warga yang terdampak mencapai 81.603 kepala keluarga atau 290.582 jiwa, sementara 58 orang dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan data kerusakan rumah sebelum proses verifikasi, terdapat 16.590 rumah rusak ringan, 5.484 rusak sedang, dan 3.844 rusak berat. Dengan demikian, total rumah rusak di Aceh Timur mencapai 25.918 unit.
Selain itu, Pemkab juga terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Dari total 3.084 unit yang diusulkan, 1.966 unit telah selesai dibangun, sedangkan 1.082 unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan juga mewakili daerah lain yang terdampak bencana, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinet yang telah memberikan perhatian besar bagi masyarakat kami,” ujar Al-Farlaky.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat sehingga warga terdampak segera bangkit dari dampak bencana.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden, Kementerian Sosial bertugas menyalurkan berbagai bantuan mulai dari masa tanggap darurat hingga pascabencana.
Pada masa kedaruratan, Kemensos menyalurkan berbagai dukungan seperti logistik, dapur umum, tenda pengungsian, serta bantuan lainnya bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan berbagai lembaga terkait.
Sedangkan pada tahap pascabencana, bantuan yang diberikan meliputi santunan korban meninggal dunia, santunan luka berat, jaminan hidup bagi pengungsi, serta dukungan pemulihan sosial ekonomi masyarakat.
Saifullah Yusuf juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat membentuk satuan tugas khusus penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Menteri Dalam Negeri.“Presiden membentuk satgas khusus yang dipimpin Menteri Dalam Negeri untuk memastikan koordinasi bantuan dari pemerintah pusat berjalan efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyebutkan bahwa total bantuan yang disalurkan akan membuat sekitar Rp100 miliar dana beredar di Aceh Timur.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya membantu masyarakat yang terdampak bencana, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal.“Dana ini akan beredar di Aceh Timur dan diharapkan dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Tito.
Ia juga menegaskan pentingnya akurasi data penerima bantuan agar proses penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
Tito meminta pemerintah daerah bersikap proaktif dalam melengkapi data korban serta membentuk tim satuan tugas pendataan yang melibatkan unsur Forkopimda, sehingga masyarakat terdampak dapat segera menerima bantuan yang menjadi hak mereka.(**)

0 Komentar