![]() |
| Anggota Komisi V DPR RI, Ruslan M. Daud Pasar Rakyat Peureulak, Kabupaten Aceh Timur (28/2) |
ACEH TIMUR, REAKSIONE.ID | Anggota Komisi V DPR RI, Ruslan M. Daud atau yang akrab disapa HRD, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera merehabilitasi dan merenovasi Pasar Rakyat Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Desakan itu disampaikan saat kunjungan kerja masa reses III ke Aceh Timur, Jumat (27 Februari 2026).
Dalam peninjauan lapangan tersebut, HRD turut didampingi tim dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya, dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Hadir pula Wakil Bupati Aceh Timur Teuku Zainal Abidin, jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta anggota DPRK setempat.
Menurut HRD, kondisi Pasar Rakyat Peureulak saat ini belum layak difungsikan secara optimal. Sejumlah fasilitas dinilai tidak representatif, sehingga pedagang dan masyarakat enggan memanfaatkan bangunan pasar sebagaimana mestinya.
“Kita melihat langsung pasar ini belum digunakan secara maksimal. Fasilitasnya perlu direhabilitasi dan direnovasi agar bisa difungsikan kembali untuk kepentingan masyarakat,” ujar HRD di sela-sela kunjungan.
Dalam peninjauan itu, HRD mengidentifikasi sejumlah persoalan mendesak. Mulai dari sistem drainase yang tidak memadai, kebutuhan pembangunan kanopi, penataan area jualan ikan, sayur-mayur dan ayam, hingga fasilitas air bersih, mushalla, serta sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti posisi pasar yang berdekatan dengan bantaran sungai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan banjir saat debit air meningkat.“Kalau alur sungainya tidak ditata dan diamankan, risiko banjir bisa langsung berdampak ke area pasar. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Kondisi fisik yang kurang tertata juga berdampak pada aktivitas perdagangan. Banyak pedagang berjualan di luar zona yang disediakan, sehingga kawasan pasar terlihat semrawut.
HRD berharap, melalui renovasi dan penataan menyeluruh, pedagang bisa kembali menempati lapak resmi, sementara masyarakat memperoleh kenyamanan dan keamanan saat berbelanja.
Politikus asal Aceh itu menekankan bahwa revitalisasi pasar rakyat bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi menggerakkan ekonomi lokal. Pasar yang layak dan tertata diyakini mampu meningkatkan omzet pedagang kecil serta pelaku UMKM di Kecamatan Peureulak dan sekitarnya.“Kalau pasar hidup, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Distribusi barang lancar, omzet pedagang naik, dan daya beli masyarakat terjaga,” katanya.
Perwakilan Kementerian PU merespons positif aspirasi tersebut. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh, Syarifah Rahimah, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti usulan itu sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
Penanganan direncanakan meliputi renovasi fisik bangunan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, pengelolaan sampah oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, serta penataan dan pengamanan sungai oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk meminimalkan risiko banjir.“Insyaallah akan kami tindak lanjuti agar Pasar Rakyat Peureulak kembali berfungsi optimal sebagai pusat ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain Pasar Rakyat Peureulak, HRD dan rombongan juga meninjau pasar rakyat di Idi Rayeuk, ibu kota Kabupaten Aceh Timur. Pasar tersebut juga masuk dalam daftar lokasi yang akan ditangani sesuai kebutuhan lapangan.
Lebih jauh, HRD meminta Kementerian PU melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh pasar rakyat di Aceh Timur, terutama yang terdampak banjir dan longsor. Ia mengakui keterbatasan waktu membuat kunjungan kali ini belum mencakup semua titik.
Karena itu, ia meminta tim teknis Kementerian PU yang dikoordinasikan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis untuk melanjutkan peninjauan dan memetakan kebutuhan mendesak di tiap pasar.“Harapannya, tidak ada lagi pasar rakyat yang terbengkalai. Semua bisa berfungsi maksimal sehingga dampak ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(**)

0 Komentar