![]() |
| Perlombaan Religius Keagamaan di Dayah Darussa'adah Peudawa, Aceh Timur (7 Februari 2026) malam |
ACEH TIMUR, REAKSIONE.ID | Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Balai Pengajian Dayah Isyrafi Darussa’adah, Gampong Seuneubok Peunteut, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur, menggelar rangkaian lomba keagamaan selama sepekan penuh. Kegiatan ini berlangsung semarak dengan nuansa religius yang kental.
Perlombaan digelar setiap sore hingga malam hari dan mencapai puncaknya pada Sabtu malam (7/2/2026), sekaligus menjadi malam penentuan santri terbaik Dayah Isyrafi Darussa’adah.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Dewan Juri, Tgk Muhammad Mizam, mengatakan kegiatan ini bertujuan membangun mental, kreativitas, serta kecakapan santri dalam pendidikan agama, khususnya penguasaan dan pengamalan Al-Qur’an.“ Ini bukan sekadar lomba, tetapi sarana membentuk keberanian, akhlak Qur’ani, dan kesiapan santri menyambut Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri,” ujar Tgk Mizam, Sabtu malam.
![]() |
| Unsur Kepanitiaan dan peserta pada Perlombaan Religius Keagamaan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan di Dayah Darussa'adah, Peudawa, Aceh Timur (7/2) malam |
Sekitar 300 santriwan dan santriwati ambil bagian dalam berbagai cabang perlombaan yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta. Cabang yang dilombakan antara lain tilawatil Qur’an, tartil Qur’an, makharijul huruf, pidato Bahasa Aceh dan Bahasa Indonesia, membaca surah pendek tingkat kanak-kanak, syarhil Qur’an untuk anak-anak dan remaja, muraja’ah remaja, cerdas cermat agama putra-putri, hingga lomba azan tingkat remaja.
Guna menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan tujuh dewan juri yang merupakan para Teungku dan Guru dayah dari berbagai wilayah, seperti Kecamatan Peudawa, Idi Cut, Nurussalam Peureulak Barat, serta sejumlah dayah ternama di Aceh Timur, di antaranya Dayah Nurul Ulum Bagok dan Dayah Kasih Sayang Idi Cut.
Para pemenang akan menerima trofi dan piagam penghargaan yang bersumber dari sumbangan orang tua santri, dan diumumkan secara resmi pada malam penutupan kegiatan.
Pendiri Dayah Isyrafi Darussa’adah, Ummi Mainunah, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan agama tersebut berdiri sejak tahun 2002 dan telah memiliki izin operasional lengkap. Hingga kini, dayah tersebut membina ratusan santri dari berbagai kecamatan, mulai tingkat kanak-kanak hingga SLTA.“ Sebagian santri diantar orang tua setiap hari, sebagian mandiri, bahkan ada yang menetap dan bermalam di dayah,” jelas Ummi.
Ia menambahkan, para santri mempelajari Al-Qur’an dengan beragam metode serta mendalami kitab-kitab klasik seperti Bajuri, Matan Taqrib, dan kitab fiqih lainnya. Saat ini terdapat 15 guree pengajar yang mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik, meski belum menerima honor secara tetap.
Dari sisi sarana, Dayah Isyrafi Darussa’adah memiliki empat balai belajar, satu fasilitas wudhu dan toilet, serta satu bangunan tambahan yang masih dalam tahap pengerjaan. Selain itu, terdapat satu unit kios kecil di depan balai pengajian yang menjadi penunjang kebutuhan santri sehari-hari.
Ummi berharap adanya dukungan dari pemerintah, pihak swasta, maupun para dermawan, baik berupa bantuan kitab, penambahan ruang belajar, maupun sarana pendukung lainnya.“ Dukungan itu akan menjadi energi besar bagi guru dan santri dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada generasi bangsa,” pungkasnya.
Diketahui, di Dayah Isyrafi Darussa’adah juga terdapat belasan santri yatim asal Kecamatan Peudawa dan Idi yang mendapatkan pembinaan serta pendidikan agama secara intensif.(AAP)


0 Komentar