Breaking News

Intensif HRD: Menteri PU Respon Bangun Jembatan Aramco di Salah Sirong

H.Ruslan M.Daud,.SE,.MAP (HRD), Anggota DPR RI Dapil Aceh (19/2) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Akses vital masyarakat di pedalaman Kabupaten Bireuen kembali jadi sorotan. Anggota DPR RI Dapil Aceh II, H Ruslan M Daud (HRD), meminta Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo segera membangun jembatan Aramco di kawasan Salah Sirong setelah jembatan darurat yang sebelumnya dibangun hanyut diterjang banjir.

Jembatan yang menghubungkan Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dengan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, tepatnya di Dusun Bivak," Itu sebelumnya dibangun melalui skema tanggap darurat menggunakan anggaran APBN. Pembangunan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan dikerjakan oleh BUMN PT Adhi Karya.

Menurut HRD, pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan hasil komunikasi dan lobi intensif yang ia lakukan kepada Menteri PU selaku mitra kerja Komisi V DPR RI.“Secara kewenangan, ini sebenarnya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bireuen. Namun karena tidak kunjung dibangun dan tidak direspons, saya mengambil inisiatif melobi Menteri PU agar negara hadir melalui APBN. Alhamdulillah, kementerian sangat responsif,” ujar HRD, Kamis (19/2/2026).

Namun, jembatan darurat itu tak mampu bertahan lama. Debit air sungai yang melonjak tinggi saat hujan deras menghantam konstruksi hingga hanyut pada Selasa (17/2/2026).

HRD menilai, persoalan ini tak bisa dilepaskan dari kerusakan lingkungan di kawasan hulu sungai. Alih fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit secara masif disebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya volume dan kecepatan arus air saat musim hujan.“Ini pelajaran penting bagi kita semua. Kerusakan di hulu berdampak langsung ke hilir. Maka jembatan pengganti harus dibangun lebih kokoh, disesuaikan dengan karakter debit air di kawasan tersebut,” tegasnya.

Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung. Ia menjadi akses utama aktivitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan. Tanpa jembatan, warga terpaksa menyeberang menggunakan sling atau tali baja yang berisiko tinggi, termasuk anak-anak sekolah.

“Ini menyangkut keselamatan. Anak-anak sekolah harus menyeberang sungai dengan sling, itu sangat berbahaya. Karena itu, jembatan yang dibangun harus aman dan layak,” kata HRD.

Ia pun kembali berkomunikasi langsung dengan Menteri PU agar penanganan dilakukan segera dengan spesifikasi konstruksi yang lebih kuat dan tahan terhadap potensi bencana.

Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo memastikan pemerintah pusat akan membangun jembatan berjenis Aramco yang dikenal lebih kokoh, modular, dan cepat dipasang.“Kami akan segera menindaklanjuti. Dalam dua sampai tiga hari ke depan, material jembatan Aramco akan didatangkan khusus dari Jakarta, dimobilisasi ke lokasi, dan segera dibangun,” ujar Dodi.

Ia juga menyampaikan salam Presiden Republik Indonesia kepada warga Bireuen dan masyarakat Salah Sirong yang sebelumnya telah ia kunjungi.“Negara selalu hadir dan berupaya semaksimal mungkin mengurangi beban masyarakat,” tambahnya.

HRD menyambut positif komitmen tersebut dan menegaskan akan terus mengawal proses pembangunan hingga tuntas.“Saya yakin jembatan ini akan segera dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat. Ini bukti bahwa ketika negara hadir, masyarakat tidak dibiarkan sendiri,” pungkasnya.

Pembangunan jembatan Aramco di Salah Sirong diharapkan menjadi solusi jangka menengah yang lebih aman dan berkelanjutan, sekaligus langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem dan potensi banjir di masa mendatang.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya