Breaking News

Didampingi Ketua DPRK, Menteri PUPR Tinjau Infrastruktur Rusak di Bireuen

Ketua DPRK Juniadi SH bersama Bupati, H. Mukhlis ST, mendampingi Mentri PUPR tinjau Bendungan Rusak akibat bencana di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh (24/2) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Komitmen percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabanjir di Kabupaten Bireuen kembali ditegaskan. Ketua DPRK Bireuen, Juniadi SH, mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo dalam kunjungan kerja meninjau langsung kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi, Selasa (24 Februari 2025).

Kedatangan Menteri PUPR disambut Bupati Bireuen H. Mukhlis ST bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di Pendopo Bupati. Pertemuan tertutup digelar untuk memaparkan data kerusakan, progres pendataan korban, hingga rencana teknis penanganan dan pemulihan infrastruktur terdampak.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah memprioritaskan percepatan perbaikan sarana vital yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat.

Usai pembahasan, rombongan bergerak meninjau sejumlah titik kerusakan. Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah Bendungan Juli yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat banjir bandang akhir tahun lalu.

Di lokasi, Menteri PUPR menerima penjelasan teknis terkait dampak kerusakan terhadap sistem irigasi dan suplai air pertanian warga. Bendungan tersebut diketahui menjadi salah satu infrastruktur kunci bagi ribuan hektare lahan sawah di wilayah Juli dan sekitarnya.

Ketua DPRK Bireuen Juniadi SH menyatakan dukungan penuh legislatif terhadap langkah percepatan rehab-rekon. Ia menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar proses pemulihan tidak berlarut-larut.“Kita ingin pemulihan ini berjalan cepat, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya petani yang terdampak langsung,” ujarnya di sela peninjauan.

Menteri PUPR menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk membangun kembali sarana dan infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen. Penanganan akan difokuskan pada infrastruktur pengendali banjir, jaringan irigasi, serta fasilitas umum yang menjadi urat nadi perekonomian warga.

Selain perbaikan fisik, pemerintah juga memastikan tahapan perencanaan dilakukan berbasis data lapangan yang akurat agar konstruksi yang dibangun lebih tahan terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa percepatan rehab-rekon Bireuen masuk dalam prioritas penanganan nasional. Masyarakat pun berharap realisasi pembangunan dapat segera dimulai, sehingga aktivitas ekonomi dan pertanian kembali normal tanpa dihantui risiko kerusakan berulang.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya