![]() |
| Aksi Sosial Jajaran Polres Bireuen Membersihkan Lumpur di MIN 42 Gampong Raya Tambo, Kecamatan Peusangan, pasca bencana banjir (30/1). |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan jajaran Polres Bireuen. Pada momentum Jumat Berkah, puluhan personel dikerahkan untuk membersihkan endapan lumpur sisa banjir hidrometeorologi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 42 Gampong Raya Tambo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Jumat (30 Januari 2026).
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memulihkan lingkungan belajar siswa pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Kegiatan pembersihan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bireuen Kompol Darmansyah, dengan Ketua Tim lapangan Kasat Pol Airud Polres Bireuen AKP Slamet Rizki, S.H. Puluhan personel tampak bahu-membahu membersihkan lumpur yang menumpuk di halaman dan area sekolah.
"Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, sapu, hingga gerobak dorong, personel Polres Bireuen bekerja membersihkan lumpur yang telah mengering dan mengeras. Endapan tersebut masih cukup tebal meski banjir telah surut lebih dari satu bulan lalu.
AKP Slamet Rizki mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir membantu masyarakat tanpa mengenal waktu.“ Sejak banjir surut, kami terus bergerak. Tidak ada hari libur. Personel Polres Bireuen bersama jajaran Polsek dan Pospolsek di 17 kecamatan rutin turun membantu membersihkan fasilitas umum, rumah ibadah, sekolah, hingga lingkungan warga,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas yang harus segera dipulihkan agar aktivitas belajar anak-anak dapat kembali berjalan normal.
Sementara itu, Wakil Kepala MIN 42 Raya Tambo, Maryamah, S.Ag., didampingi Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Tgk. Hanafiah, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa dampak banjir sangat dirasakan oleh pihak sekolah.“ Sekitar 20 ruang belajar, ruang guru, dan perpustakaan sempat terendam. Pagar sekolah roboh, papan nama hilang, serta banyak mobiler mengalami kerusakan,” ungkap Maryamah.
Akibat kerusakan tersebut, proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan sementara ke sejumlah lokasi, seperti Masjid Taqwa Glee Kapai dan Meunasah Kubu Peusangan, agar siswa tetap dapat mengikuti pelajaran.“ Alhamdulillah, saat kejadian tidak ada korban jiwa, baik dari guru maupun siswa,” katanya.
Maryamah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Bireuen yang telah menurunkan puluhan personel untuk membantu pemulihan lingkungan sekolah.
Hal senada disampaikan Pengawas Madrasah Kemenag Bireuen, Tgk. Hanafiah. Ia mengapresiasi kepedulian Polres Bireuen serta para relawan yang ikut membantu, di antaranya mahasiswa UIN Ar-Raniry, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), dan relawan lainnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah madrasah di Kabupaten Bireuen turut terdampak banjir dan hingga kini masih dalam tahap pemulihan.“ Sebagian besar madrasah sudah kembali aktif belajar, meskipun sementara bukan di gedung sekolah. Ada yang belajar di masjid, meunasah, maupun fasilitas umum lainnya,” jelasnya.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan Polres Bireuen ini menjadi wujud sinergi antara aparat kepolisian, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.(AAP)

0 Komentar