Breaking News

Banjir Rusak Sekolah, Pendidikan di SDN 3 Peusangan Tetap Menyala

Kondisi terkini Lingkungan SDN 3 Percontohan, Peusangan, Bireuen, Aceh, pasca Bencana Banjir Aceh-Sumatra (14/1) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID
| UPTD SD Negeri 3 Percontohan Peusangan, Gampong Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mulai bangkit pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan aktivitas pendidikan. Hingga Rabu (14/1/2026), progres pembersihan sekolah yang berada di jalur nasional Banda Aceh–Medan itu telah mencapai sekitar 75 persen.

Saat banjir melanda, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter. Setelah surut, banjir meninggalkan endapan lumpur setebal 0,5 hingga 1 meter yang menutup ruang kelas, kantor, hingga halaman sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan kegiatan belajar mengajar terhenti sementara dan merusak sejumlah sarana pendidikan.

Meski demikian, semangat pemulihan tak surut. Pascabanjir, pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan guru, wali murid, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Peusangan, Jeumpa, dan Jeunieb, serta berbagai relawan. Dukungan juga datang dari komunitas Exxim Ojek Online Aceh, Mei Gacoan, Relawan Rumah Zakat, hingga unsur TNI.

Kepala UPTD SDN 3 Percontohan Peusangan, Nisrina, S.Pd., M.Pd., mengatakan kebersihan sekolah menjadi bagian penting dari pendidikan karakter peserta didik. “Alhamdulillah, kondisi sekolah sudah sekitar 75 persen bersih. Hari ini beberapa rombongan belajar sudah mulai aktif. Siswa kelas tinggi bahkan ikut membantu relawan TNI membersihkan lingkungan sekolah,” ujar Nisrina.

Ia menjelaskan, SDN 3 Percontohan Peusangan memiliki 21 rombongan belajar dengan dukungan 30 guru ASN dan 15 guru honorer. Kendati fasilitas belum sepenuhnya pulih, proses pembelajaran tetap diupayakan berjalan agar hak pendidikan anak tidak terhenti.

Amatan di lokasi menunjukkan, siswa mengikuti pembelajaran dengan penuh keceriaan meski harus belajar di atas lantai. Sebagian lainnya tampak ikut bergotong royong membersihkan halaman sekolah. Situasi ini mencerminkan praktik nyata pendidikan kebencanaan dan kepedulian lingkungan sejak Amata “Anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga belajar empati, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Nisrina.

Di sisi lain, dampak banjir juga dirasakan pada administrasi sekolah. Sejumlah guru terlihat berupaya menyelamatkan perangkat pembelajaran, termasuk RPP dan modul ajar Kurikulum Merdeka yang basah dan rusak akibat terendam banjir. Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga mengancam keberlangsungan mutu pembelajaran.

Dukungan TNI turut mempercepat proses pemulihan. Ketua Regu Yonif TP 837 Kasatria Trunojoyo Jawa Timur, Serda Otis, mengatakan pihaknya menurunkan 10 personel untuk membantu pembersihan sekolah selama satu hari penuh. “Besok akan digantikan oleh regu lain dari kesatuan yang sama agar pembersihan dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Kehadiran TNI dan relawan menjadi pesan kuat bahwa sekolah merupakan aset bersama yang harus dijaga. Pembersihan pascabencana bukan semata soal mengangkat lumpur, tetapi juga memulihkan rasa aman, semangat belajar, dan harapan masa depan anak-anak.

UPTD SDN 3 Percontohan Peusangan kini menjadi simbol ketangguhan dunia pendidikan di tengah keterbatasan. Dengan dukungan gotong royong dan kepedulian lintas elemen, sekolah ini diharapkan segera pulih sepenuhnya dan kembali menjadi ruang belajar yang layak, aman, serta bermartabat bagi generasi penerus bangsa.(AAP

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya