Breaking News

HRD Serap Aspirasi Pengungsi Simpang Mulia, Jembatan Gantung dan Jalan Rusak Jadi Prioritas

HRD Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama dengan masyarakat korban bencana di Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh (5/3) 


 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Suasana haru menyelimuti tenda pengungsian korban banjir dan longsor di Desa Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (5/3/2026). Di tengah keterbatasan hidup pascabencana, ratusan warga berkumpul untuk bersilaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD).

Kehadiran wakil rakyat dari daerah pemilihan Aceh II itu disambut hangat masyarakat yang sejak beberapa waktu terakhir tinggal di tenda darurat. Momen reses tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi serta persoalan yang mereka hadapi setelah bencana banjir dan longsor melanda kawasan itu.

Dalam dialog bersama warga, HRD menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur dasar yang rusak akibat bencana, terutama fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Kerusakan tempat ibadah, bahkan meunasah yang hilang, tentu menjadi perhatian pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang bermitra dengan kami di Komisi V DPR RI. Kita berharap bisa diselesaikan melalui APBN. 

Namun yang paling mendesak kita lihat hari ini adalah kondisi jalan yang sudah sangat tidak layak serta jembatan gantung yang putus. Itu harus menjadi prioritas,” ujar HRD di hadapan warga.

Permintaan perbaikan jembatan gantung juga disampaikan langsung oleh Keuchik Simpang Mulia, Nazaruddin. Ia berharap pemerintah dapat membantu pembangunan jembatan sederhana agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“Kami tidak meminta yang besar dan mewah, yang kecil pun tidak apa-apa, Pak. Yang penting anak-anak kami bisa pergi ke sekolah dengan aman,” kata Nazaruddin dengan nada penuh harap.

Menanggapi aspirasi tersebut, HRD menyatakan akan segera mengupayakan pembangunan jembatan gantung bagi masyarakat Simpang Mulia melalui jalur koordinasi dengan kementerian terkait.

Nazaruddin juga mengapresiasi kehadiran HRD yang datang langsung melihat kondisi warganya di lokasi pengungsian.“Alhamdulillah HRD sudah datang melihat langsung kondisi masyarakat kami yang terdampak. Saat ini bahkan tenda pengungsian juga kami gunakan sebagai tempat ibadah,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain infrastruktur, masyarakat juga sangat membutuhkan hunian sementara (huntara). Terlebih bulan Ramadan sedang berlangsung dan Hari Raya Idulfitri semakin dekat, sementara sebagian warga masih bertahan di tenda darurat.

Kunjungan tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Salah seorang pengungsi mengaku sempat merasa iri karena desa tetangga lebih dulu sering dikunjungi HRD.“Kami sempat iri dengan warga Desa Salah Sirong Jeumpa karena sering dikunjungi HRD. Tapi Alhamdulillah hari ini akhirnya beliau juga datang ke desa kami,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, HRD bersama sang istri, Hj Faridah Adam, turut menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada para pengungsi. Bantuan yang diberikan antara lain beras, mi instan, susu, pampers untuk balita, serta pakaian baru bagi anak-anak.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih menjalani kehidupan di tenda pengungsian pascabencana.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh kehangatan itu turut dihadiri Anggota DPRK Bireuen Adnen Nurdin, Mukim Simpang Mulia, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang terdampak bencana. Silaturahmi dan buka puasa bersama itu sekaligus menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya