![]() |
| Ketua DPRK Bireuen, Juniadi., SH menghadiri Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Aula Setdakab Lama, Kabupaten Bireuen Aceh (4/9) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Ketua DPRK Bireuen Juniadi, S.H., menghadiri Apel Kebangsaan Indonesia Damai Kabupaten Bireuen 2026 yang digelar di Aula Setdakab Lama, Jumat (4/9/2026). Forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, toleransi, kerukunan, serta menjaga keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Apel kebangsaan diprakarsai Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bireuen itu mempertemukan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Forkopimda, organisasi kepemudaan, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Diawali pembacaan Deklarasi Damai oleh Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bireuen, Abdul Halim, rangkaian dilanjutkan penandatanganan Deklarasi Damai 2026.
Penandatanganan dimulai oleh Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, S.E., kemudian Sekda Bireuen Ismunandar, S.T., M.T., serta unsur Forkopimda Bireuen.
Bupati Bireuen dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Ismunandar menegaskan bahwa apel kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bersama tentang pentingnya mencintai tanah air sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Kita berkewajiban merawat persatuan Bangsa, karena Indonesia lahir dari beebagai Suku, Agama, Ras dan Budaya. Perbedaan pandangan bukanlah alasan hingga kita terpecah belah. Namun yakinlah bahwa itu adalah kekuatan kita sebagai anak bangsa dalam bingkai kebhinekaan,” sebutnya.
Dia menekankan, perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Bireuen Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H., mengatakan Apel Kebangsaan Indonesia Damai 2026 merupakan bagian dari upaya konsolidasi sosial.
Apel Kebangsaan, kata dia, menjadi ruang untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat bersama pemerintah, TNI dan Polri dalam membangun komitmen menjaga keamanan serta ketertiban daerah.
“Komitmen bersama, membangun kesepakatan kolektif untuk menciptakan ketertiban dan kedamaian,” sebut Mukhtaruddin dalam laporannya.
Dia menjelaskan, salah satu fokus kegiatan adalah memperkuat ideologi Pancasila serta mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Menurutnya, menjaga Bireuen tetap aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan. Peran masyarakat dan seluruh elemen daerah juga menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan.
Apel Kebangsaan Indonesia Damai dihadiri Ketua DPRK Bireuen Juniadi, S.H., Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, S.E., Sekda Bireuen Ismunandar, S.T., M.T., unsur Forkopimda, jajaran TNI/Polri, Ketua Mahkamah Syar'iyah Bireuen, Ketua MPU Bireuen, pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Bireuen, Kepala Kantor Kemenag Bireuen, organisasi kepemudaan, OKP, serta tamu undangan lainnya.
Pesan yang dibawa dalam apel tersebut sederhana, tetapi strategis." Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Persatuan, toleransi dan kerukunan harus menjadi fondasi bersama agar Bireuen tetap aman, damai dan kondusif.(**)

0 Komentar