![]() |
| Pembersihan areal terdampak bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen, Aceh (doc) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Upaya pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen mulai menunjukkan progres. Sebanyak 677 hektare lahan persawahan kategori rusak sedang yang terdampak bencana hidrometeorologi kini mulai dibersihkan dan direhabilitasi secara bertahap.
Lahan-lahan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang, hingga Gandapura merupakan wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu siklon Senyar beberapa waktu lalu.
Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan telah menginisiasi langkah penanganan sejak akhir Februari 2026 dengan mengusulkan program pembenahan lahan ke pemerintah pusat.
Dari total usulan lahan rusak sedang seluas 685,27 hektare, hasil verifikasi dan validasi Kementerian Pertanian RI menyetujui penanganan seluas 677 hektare.“Prosesnya sudah berjalan.
Setelah verifikasi pusat, dilanjutkan dengan penyusunan Survey Investigation Design (SID) yang melibatkan Dinas Pertanian Aceh dan Universitas Malikussaleh. Kini tahap rehabilitasi mulai dilakukan di lapangan,” ujar Juru Bicara, Muhajir Juli.
Adapun pekerjaan rehabilitasi mencakup pembersihan material sisa bencana serta pembenahan saluran irigasi, yang menjadi kunci agar lahan kembali produktif dan siap ditanami pada musim tanam berikutnya.
Sementara itu, untuk kategori lahan rusak ringan, dari total usulan 2.756,60 hektare, sebanyak 1.920 hektare telah disetujui oleh Kementerian Pertanian. Penanganannya akan dilakukan menyusul, setelah proses penandatanganan kontrak SID rampung.
Di sisi lain, tantangan terbesar masih terdapat pada lahan dengan kategori rusak berat yang mencapai 1.323,07 hektare. Pemerintah Kabupaten Bireuen hingga kini terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna memastikan skema penanganan yang tepat.
“Untuk lahan rusak berat, kemungkinan besar akan masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi yang ditangani Satgas khusus. Ini butuh penanganan lebih kompleks,” tambah Muhajir.
Langkah percepatan pemulihan ini diharapkan mampu mengembalikan produktivitas pertanian di Bireuen yang menjadi salah satu lumbung pangan di Aceh.
Pemerintah juga menargetkan agar para petani dapat kembali mengolah lahan mereka secepat mungkin, sehingga dampak ekonomi akibat bencana tidak berlarut-larut.(**)

0 Komentar