![]() |
| Tangkapan Layar Video Viral beredar di media sosial, Korban Banjir minta Bupati Bireuen, Bangun Huntara (3/3) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Sebuah video memilukan yang memperlihatkan keluhan korban banjir di Kabupaten Bireuen viral di berbagai platform media sosial dan grup WhatsApp.
Dalam video tersebut, seorang ibu bernama Rosida, warga Gampong Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, memohon langsung kepada Bupati Bireuen agar segera menyediakan hunian sementara (huntara) bagi keluarganya.
Video berdurasi singkat itu menyita perhatian publik karena memperlihatkan kondisi memprihatinkan Rosida bersama anaknya yang telah tiga bulan terakhir bertahan di tenda darurat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Dengan suara bergetar dan logat Aceh yang kental, Rosida mengungkapkan penderitaan yang mereka alami selama tinggal di pengungsian.“Kepanasan di siang hari, kedinginan sepanjang malam. Kalau hujan turun, kami tidur dalam lumpur dan debu,” ujarnya dalam video yang beredar luas.
Dalam rekaman itu pula, Rosida menyampaikan permohonan menyentuh hati kepada kepala daerah.
“Neu peulemoeh hatee Pak Bupati, neu bie rumoh huntara keu kamoe korban banjir,” ucapnya, yang berarti,“Lembutkan hati Bapak Bupati, berikan kami rumah huntara untuk kami korban banjir.”
Permintaan tersebut disampaikan dengan harapan pemerintah segera membangun hunian sementara sembari menunggu realisasi pembangunan hunian tetap (huntap). Terlebih, kondisi ini terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang semestinya menjadi momen kebahagiaan bagi keluarga.
Sorotan publik pun menguat.
Warganet mempertanyakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menangani korban banjir yang hingga kini masih tinggal di tenda darurat. Banyak yang menilai, tiga bulan adalah waktu yang cukup lama bagi korban bencana untuk bertahan dalam kondisi serba terbatas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Bireuen terkait video viral tersebut maupun rencana tindak lanjut penanganan para pengungsi.
Situasi ini menjadi ujian serius bagi pemerintah daerah dalam memastikan hak-hak dasar warga terdampak bencana terpenuhi, terutama kebutuhan tempat tinggal yang layak dan aman. Publik kini menunggu respons dan solusi nyata dari pihak terkait agar para korban tidak terus terjebak dalam ketidakpastian.(**)

0 Komentar