![]() |
| Sosialisasikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan rencana pembukaan kelas Ikatan Dinas di MAN 2 Bireuen di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura (4/3) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd turun langsung menyosialisasikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan rencana pembukaan kelas Ikatan Dinas di MAN 2 Bireuen. Kegiatan itu digelar di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (4/3/2025), dan diikuti antusias seluruh siswa kelas IX.
Sosialisasi TKA turut hadir Kepala MAN 2 Bireuen, Dedek Kelana, serta Kepala MTsN 1 Bireuen, Munawar, S.Ag., bersama jajaran guru.
Dalam paparannya, Zulkifli menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan sekadar ujian formalitas, melainkan instrumen penting untuk memetakan mutu pendidikan sekaligus mengukur kesiapan akademik siswa madrasah.
“TKA dirancang untuk mengukur literasi, numerasi, penalaran logis, serta penguasaan dasar akademik siswa. Dari sini terlihat kesiapan mereka bersaing ke jenjang berikutnya,” ujar Zulkifli di hadapan para siswa.
Ia menambahkan, hasil TKA nantinya menjadi salah satu dasar seleksi masuk program unggulan, termasuk kelas Ikatan Dinas di MAN 2 Bireuen.
Menurutnya, perencanaan pendidikan harus dimulai sejak kelas IX agar siswa memiliki arah dan target yang jelas.“Melalui TKA, siswa bisa mengetahui posisi akademiknya. Ini penting agar mereka siap bersaing secara sehat dan terarah,” tegasnya.
Kepala MAN 2 Bireuen, Dedek Kelana, menjelaskan bahwa kelas Ikatan Dinas dirancang sebagai kelas khusus bagi siswa berpotensi akademik unggul dan memiliki minat melanjutkan ke perguruan tinggi kedinasan maupun sekolah tinggi berbasis layanan publik.
Program ini akan difokuskan pada:
* Penguatan mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Inggris, serta IPA/IPS sesuai peminatan.
* Pendalaman materi berbasis Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kompetensi Dasar (TKD).
* Pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan.
Bimbingan intensif menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi kedinasan dan instansi pemerintah.
Selain itu, siswa akan mendapatkan tambahan jam belajar, try out berkala, serta pendampingan guru berkompeten. Seleksi masuk kelas ini pun disebut akan dilakukan secara ketat berbasis nilai TKA dan prestasi akademik.“Ini bukan kelas biasa. Kami siapkan sistem pembinaan yang terstruktur dan kompetitif agar lulusan siap bersaing di sekolah kedinasan,” kata Dedek.
Pemilihan MTsN 1 Bireuen sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Madrasah tersebut telah ditetapkan melalui SK sebagai MTsN Unggul di Kabupaten Bireuen, yang dinilai memiliki kesiapan akademik untuk menyuplai siswa potensial ke kelas Ikatan Dinas.
Kepala MTsN 1 Bireuen, Munawar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kakan Kemenag Bireuen beserta rombongan.“Kami berterima kasih atas sosialisasi ini. Siswa kini lebih memahami pentingnya TKA dan peluang masuk kelas Ikatan Dinas. Ini menjadi motivasi besar bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan akademik,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak semua madrasah memiliki program kelas Ikatan Dinas. Karena itu, kesempatan tersebut dinilai sebagai peluang strategis bagi siswa MTsN 1 Bireuen untuk melanjutkan pendidikan secara lebih kompetitif dan terarah.
Melalui sosialisasi ini, Kemenag Bireuen berharap siswa kelas IX semakin serius mempersiapkan diri menghadapi TKA serta berani menargetkan masuk kelas Ikatan Dinas di MAN 2 Bireuen.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu madrasah di Kabupaten Bireuen, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter dan kepemimpinan.
Dengan program tersebut, MAN 2 Bireuen menargetkan lahirnya lulusan yang siap menembus kampus-kampus kedinasan dan berkontribusi di instansi pemerintah maupun sektor pelayanan publik di masa depan.(AAP)

0 Komentar