![]() |
| Musrenbang Pandrah Kecamatan Pandrah,Kabupaten Bireuen, Aceh (26/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pandrah tahun 2026 berlangsung dinamis. Isu infrastruktur, khususnya jalan penghubung antar-gampong yang sudah bertahun-tahun terbengkalai, mencuat dan menjadi sorotan utama dalam forum yang digelar di Aula Serbaguna, Kamis (26 Februari 2026).
Mengusung tema “Meningkatkan Infrastruktur, Daya Saing dan Kemandirian Fiskal Daerah yang Didukung oleh SDM Inovatif dan Berbudaya Islami,” forum ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bireuen, Razuardi. Hadir pula anggota DPRK Bireuen Dapil IV, Jamaluddin dari Partai NasDem dan Muhammad Jafar dari Partai Adil Sejahtera, serta jajaran SKPK, Forkopimcam, imum mukim, keuchik, dan perangkat gampong se-Kecamatan Pandrah.
Sejumlah Keuchik dan Imum Mukim kompak menyuarakan kebutuhan mendesak pembangunan jalan penghubung yang selama ini tak tersentuh perbaikan. Bahkan, salah satu ruas yang disorot berada tepat di belakang kantor camat, ironis karena lokasinya berada di pusat pemerintahan kecamatan.
Beberapa ruas yang disebut dalam forum antara lain:
* Jalan penghubung Gampong Lhok Dagang–Alue Igeuh
* Jalan Nasee Me
* Jalan samping Polsek
* Jalan depan SMAN 1 Pandrah
Kondisi jalan yang rusak dan belum tertangani dinilai menghambat mobilitas warga, aktivitas pendidikan, hingga pelayanan pemerintahan. Warga berharap Musrenbang kali ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan benar-benar menghasilkan prioritas konkret.
Dalam sambutannya, Razuardi menegaskan bahwa Musrenbang bukan agenda administratif tahunan semata. Forum ini, kata dia, merupakan momentum strategis untuk menerjemahkan visi besar RPJMD 2025–2029 ke dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Skala prioritas harus ditentukan berdasarkan urgensi dan dampaknya bagi masyarakat luas. Infrastruktur dasar seperti jalan penghubung menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh elemen kecamatan untuk menyepakati usulan prioritas secara kolektif agar memiliki daya dorong kuat saat masuk tahap pembahasan di tingkat kabupaten.
"Prioritaskan Akses Sekolah
Sorotan paling tegas datang dari Asisten II Setdakab Bireuen, Mawardi. Ia secara langsung meminta Dinas PUPR agar menjadikan jalan di depan SMAN 1 Pandrah sebagai prioritas utama.
Menurutnya, ruas tersebut bukan hanya akses ke sekolah, tetapi juga menghubungkan sejumlah gampong serta menjadi jalur utama menuju perkantoran. “Dampaknya luas. Ini bukan hanya kepentingan satu titik, tetapi simpul mobilitas masyarakat,” ujarnya dalam forum.
Mawardi juga mengingatkan agar seluruh gampong di Pandrah solid dalam proses perangkingan usulan di tingkat kabupaten. Delegasi kecamatan diminta kompak memperjuangkan prioritas yang telah disepakati agar tidak tergerus dalam pembahasan anggaran.
Musrenbang Pandrah tahun ini menjadi ujian konsistensi pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat. Infrastruktur jalan yang dikeluhkan bukan persoalan baru, melainkan masalah menahun yang kini kembali mengemuka.
Publik kini menunggu: apakah sorotan tajam di forum Musrenbang akan berujung pada realisasi anggaran, atau kembali menjadi catatan tahunan tanpa eksekusi?
Yang jelas, warga Pandrah berharap 2026 menjadi titik balik perbaikan akses antar-gampong, karena dari jalan yang layak, roda ekonomi dan pelayanan publik bisa bergerak lebih cepat.(**)

0 Komentar