![]() |
| Trauma Healing Mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh (26/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Aksi nyata ditunjukkan Mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS yang turun langsung melaksanakan rangkaian kegiatan kemanusiaan di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabanjir yang melanda sejumlah desa beberapa waktu lalu.
Sejak awal, para mahasiswa fokus pada penataan manajemen logistik di Kantor Camat Juli. Mereka melakukan koordinasi intensif dengan aparatur kecamatan dan perangkat desa guna mendata kebutuhan warga terdampak. Langkah ini dilakukan agar distribusi bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih, sekaligus mendukung perencanaan penanganan yang lebih sistematis.
Tak berhenti di pendataan, mahasiswa PTIK juga menginisiasi pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Desa Matang Cot Paseh. Fasilitas sanitasi tersebut dibangun di meunasah desa sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang masih menghadapi keterbatasan akibat dampak banjir. Keberadaan MCK ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan selama masa pemulihan.
Di lokasi ini, mahasiswa menggelar trauma healing bagi anak-anak terdampak. Suasana posko yang sebelumnya muram berubah lebih ceria saat anak-anak menerima buku mewarnai dan pensil warna, lalu mengikuti aktivitas mewarnai bersama serta berbagai permainan edukatif.
"Tawa dan semangat anak-anak pecah di tengah pengungsian. Selain bermain dan belajar, mereka juga mendapatkan hadiah sebagai bentuk dukungan moral agar tetap ceria dan kuat menghadapi situasi sulit.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa PTIK menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak di Posko Balee Panah. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan harian masyarakat selama masa pemulihan berlangsung.
Kehadiran Mahasiswa PTIK di Kecamatan Juli bukan sekadar simbol kepedulian, melainkan wujud nyata pengabdian dan empati kepada masyarakat.
Upaya ini diharapkan mampu mempercepat proses bangkitnya warga, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan fasilitas sanitasi, maupun pemulihan kondisi psikologis pascabencana.(AAP)

0 Komentar