![]() |
| Bakti Sosial Mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh (25/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Aksi nyata ditunjukkan mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS yang turun langsung ke wilayah terdampak bencana di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Rabu (25 Februari 2026)
Mahasiswa PTIK menggelar rangkaian kegiatan kemanusiaan mulai dari manajemen logistik, trauma healing bagi anak-anak pengungsi, hingga penyaluran bantuan sosial untuk warga.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran lapangan sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana.
Diawali manajemen logistik di Polsub Sektor Jeumpa, jajaran Polres Bireuen. Mahasiswa PTIK bersama petugas setempat melakukan pendataan menyeluruh terkait tingkat kerusakan akibat bencana.
Pendataan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan mendesak warga, kondisi fasilitas umum, serta inventarisasi bantuan yang telah dan akan disalurkan. Data ini menjadi dasar perencanaan perbaikan serta percepatan pemulihan wilayah terdampak secara bertahap dan terukur.
Selain itu, pengelolaan data dilakukan secara sistematis guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan menghindari tumpang tindih. Pendekatan ini juga menjadi simulasi nyata penerapan manajemen krisis dan logistik yang dipelajari selama pendidikan.
"Tak hanya fokus pada aspek fisik dan logistik, mahasiswa PTIK juga menyentuh sisi psikologis korban bencana. Mereka menggelar kegiatan trauma healing di posko pengungsian Kecamatan Jeumpa.
Kegiatan difokuskan pada anak-anak yang terdampak. Berbagai permainan edukatif, sesi motivasi, hingga hiburan ringan digelar untuk membantu memulihkan kondisi emosional anak-anak yang sempat mengalami ketakutan dan tekanan akibat bencana.
Suasana posko yang semula dipenuhi raut murung perlahan berubah ceria. Tawa anak-anak pecah saat mengikuti permainan bersama para mahasiswa. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral, mahasiswa juga membagikan buah tangan kepada anak-anak pengungsi.
"Pendekatan ini dinilai penting karena pemulihan psikologis menjadi bagian tak terpisahkan dari proses rehabilitasi pascabencana.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Jeumpa. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
"Penyaluran dilakukan secara langsung agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Kehadiran mahasiswa PTIK di tengah masyarakat mendapat respons positif dari warga yang merasa diperhatikan dan didampingi.
Polri bersama mahasiswa PTIK menegaskan komitmennya untuk hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan. Penguatan logistik, pemulihan psikologis, dan bantuan sosial menjadi bukti nyata bahwa sinergi aparat dan masyarakat sangat penting dalam mempercepat bangkitnya wilayah terdampak bencana.(AAP)

0 Komentar