Breaking News

Khutbah di Masjid Al-Ikhlas Jangka, Tgk Hanafiah Kupas Keagungan Ramadhan

Tgk. Hanafiah, S.Ag., MA bertindak sebagai Khatib jum'at di Mesjid Al-Ikhlas Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh (27/2) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Al-Ikhlas saat Tgk Hanafiah menyampaikan khutbah Jumat bertema “Keagungan Bulan Ramadhan”. Di hadapan ratusan jamaah, ia mengajak umat Islam memanfaatkan bulan suci sebagai momentum meraih rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Dalam khutbahnya, Tgk Hanafiah menegaskan bahwa Ramadhan memiliki kemuliaan luar biasa. Keagungan pertama, katanya, adalah kewajiban berpuasa yang menjadi rukun Islam ketiga setelah syahadat dan shalat lima waktu.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi bentuk ketaatan total kepada Allah SWT,” ujarnya di atas mimbar.
Ramadhan, Bulan Turunnya Al-Qur’an

Keagungan kedua, lanjutnya, adalah diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia. Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak tilawah dan mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan.“Mari lezatkan lidah kita dengan membaca Al-Qur’an. Jadikan bulan mulia ini sebagai momentum kembali kepada petunjuk Ilahi,” pesan Tgk Hanafiah.

Ia juga menyinggung keistimewaan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Jamaah diajak memperbanyak doa dan ibadah agar dipertemukan dengan malam penuh kemuliaan tersebut.

Dalam khutbahnya, Tgk Hanafiah mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan ketika pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. 

Bulan ini pula menjadi kesempatan emas bagi setiap hamba untuk meraih maghfirah (ampunan) dan ‘itqun minan naar (pembebasan dari api neraka).“Ramadhan adalah bulan diterimanya doa. Jangan biarkan ia berlalu begitu saja tanpa perubahan diri,” tegasnya.

Ia mengutip pesan Nabi Muhammad SAW bahwa termasuk golongan celaka adalah orang yang mendapati Ramadhan namun tidak memperoleh ampunan Allah SWT.

Tgk Hanafiah juga menyampaikan bahwa ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Allah SWT kelak. Ia mengingatkan jamaah agar memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan syirik, sebagaimana pesan dalam Surah Al-Kahfi ayat terakhir.

“Jika ingin berjumpa dengan Allah, maka beramal salehlah dan jangan menyekutukan-Nya,” ucapnya mengingatkan.

Khutbah ditutup dengan doa agar Ramadhan kali ini membawa keberkahan, pahala melimpah, serta menjadikan umat Islam meraih rahmat dan surga Allah SWT.

Rangkaian ibadah Jumat kemudian dilanjutkan dengan shalat berjamaah yang diimami Tgk Fadhli dari Bireuen. Pada rakaat pertama dibacakan ayat tentang kewajiban puasa, sementara rakaat kedua memuat ayat tentang kewajiban shalat Jumat.

Khutbah tersebut menjadi pengingat kuat bagi jamaah agar tidak menyia-nyiakan bulan suci, tetapi menjadikannya titik balik menuju pribadi yang lebih bertakwa.(AAP

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya