Breaking News

Bupati Al-Farlaky Lantik 106 Geuchik, Satu Perempuan Cetak Sejarah Aceh Timur

Pelantikan 106 Geuchik Gelombang III oleh Bupati Al-Farlaky di di Aula SKB Kabupaten Aceh Timur ( 23/2).

 ACEH TIMUR, REAKSIONE.ID | Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky resmi melantik 106 Geuchik hasil pemilihan gelombang III di Aula SKB Kabupaten Aceh Timur, Senin (Februari 2026). Pelantikan ini sekaligus menandai sejarah baru, dengan hadirnya satu Geuchik perempuan yang menjadi perempuan pertama terpilih pada era kepemimpinannya.

Dalam sambutannya, Al-Farlaky menegaskan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukanlah sekadar seremoni formalitas, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan secara moral, sosial, dan spiritual.

“Apakah kita menjadi Kepala Desa hanya menjalankan rutinitas selama enam tahun, atau benar-benar hadir mengayomi, mengelola, dan menjaga masyarakat?” tegasnya di hadapan ratusan tamu undangan.

Geuchik Punya Beban Terberat
Menurut Bupati, kepemimpinan di level gampong justru memikul beban paling berat. Geuchik merupakan pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakat, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hingga potensi konflik di tingkat akar rumput.

Ia mengingatkan, tidak semua pihak di tingkat kabupaten maupun kecamatan mengetahui detail persoalan desa. Karena itu, penguasaan data menjadi kunci utama.

Mulai dari jumlah penduduk, dusun, kepala keluarga miskin dan fakir, anak yatim, ASN, hingga warga terdampak bencana, semuanya harus terdata akurat.“Pendataan yang tidak akurat akan memunculkan tudingan negatif, terutama dalam pengajuan bantuan, surat keterangan miskin, rumah layak huni, maupun penanganan korban bencana,” ujarnya.

Al-Farlaky juga menyoroti pola penyelesaian persoalan di desa. Ia meminta setiap Geuchik mengedepankan mekanisme adat dan musyawarah mufakat sebelum membawa persoalan ke tingkat kecamatan atau kabupaten.

Keterlibatan Tuha Peut dan unsur gampong lainnya dinilai penting agar roda pemerintahan berjalan efektif.“Kalau semua persoalan langsung naik ke atas, maka sistem tidak berjalan sesuai fungsinya. Pemerintahan harus kuat dari desa,” katanya.

Di era digital saat ini, Geuchik juga dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi. Bupati mendorong setiap program dan capaian pembangunan di gampong dipublikasikan secara terbuka sebagai bagian dari transparansi.

Menurutnya, keterbukaan informasi akan membangun kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan menggelar rapat koordinasi terpadu yang dipusatkan di Gedung Idi Sport Center.

Beberapa isu strategis yang akan dibahas antara lain:
Penanganan bencana daerah
Penguatan pelatihan terpusat
Penegasan surat edaran gotong royong

Pembentukan Pageu Gampong untuk pengawasan anak usia sekolah di malam hari “Tiga gelombang, sebanyak 212 Geuchik sudah kita lantik. Kita ingin semua sejalan membangun Aceh Timur tercinta,” tegasnya.

"Pada momen pelantikan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan Handy Talky (HT) kepada seluruh Geuchik sebagai alat komunikasi internal pemerintahan desa.

Perangkat HT itu telah terpasang jaringan yang diklaim menjangkau seluruh wilayah Aceh Timur. Fungsinya untuk koordinasi cepat, terutama dalam kondisi darurat seperti banjir, kebakaran, maupun situasi mendesak lainnya.“Jika sinyal bermasalah, HT ini jadi solusi. Saya harap dijaga dan dirawat agar komunikasi tidak terputus,” pungkas Al-Farlaky.

Dengan pelantikan gelombang III ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan dari tingkat paling bawah, Gampong sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya