![]() |
Akun Medsos Palsu mengatasnamakan, Fattah Fikri, Anggota DPR Kabupaten Aceh Timur (15/6) |
ACEH TIMUR, REAKSIONE.ID | Nama anggota DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri, dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menjalankan aksi penipuan melalui media sosial Facebook dan aplikasi WhatsApp. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kini semakin marak.
Pelaku diduga membuat akun Facebook palsu menggunakan nama serta foto Fattah Fikri untuk meyakinkan calon korban. Setelah berinteraksi melalui Facebook Messenger, pelaku kemudian mengarahkan komunikasi ke WhatsApp menggunakan nomor +62 821-8475-7635.
Dalam aksinya, pelaku menghubungi sejumlah warga dengan modus menawarkan bantuan tertentu agar korban tertarik dan percaya. Modus tersebut dilakukan secara bertahap, dimulai dengan meminta nomor WhatsApp korban melalui pesan pribadi di Facebook.
Dikonfirmasi media pada Jumat (15/5/2026), Fattah Fikri membenarkan adanya pencatutan identitas tersebut. Ia mengaku telah menerima laporan dari sejumlah rekan dan kenalannya yang dihubungi akun palsu tersebut.
“Ada beberapa teman yang mengonfirmasi ke saya bahwa mereka dihubungi oleh akun Facebook itu yang mengaku bernama saya dan menggunakan foto saya. Karena merasa janggal, mereka langsung menanyakan kebenarannya kepada saya, termasuk beberapa rekan media juga mengalami hal serupa,” ujar Fattah.
Ia menegaskan akun Facebook maupun nomor WhatsApp yang digunakan pelaku bukan miliknya. Karena itu, ia meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau penawaran mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya.
Menurutnya, masyarakat harus lebih teliti sebelum merespons permintaan tertentu di media sosial, terlebih jika berkaitan dengan transaksi atau penawaran bantuan yang tidak jelas sumbernya.
“Jangan langsung percaya. Pastikan dulu kebenarannya dengan melakukan verifikasi kepada pihak terkait, apalagi jika sudah mengarah pada transaksi atau permintaan tertentu,” katanya.
Fattah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran barang atau bantuan berharga murah yang tidak masuk akal. Ia khawatir modus serupa akan terus berkembang dan memakan korban apabila warga lengah.
Kasus pencatutan identitas pejabat publik seperti ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kejahatan digital. Pelaku biasanya memanfaatkan nama tokoh atau pejabat agar korban merasa yakin dan akhirnya terjebak dalam penipuan.
Masyarakat diimbau segera melapor kepada aparat penegak hukum atau pihak terkait apabila menemukan akun mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat maupun tokoh tertentu di media sosial.(DS)

0 Komentar