![]() |
Alfamidi, pusat perbelanjaan di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh (23/3) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Kemudahan berbelanja di jaringan ritel modern seperti Alfamidi kerap diiringi berbagai promo dan diskon menarik. Namun, di balik itu, konsumen diminta lebih teliti. Pasalnya, dugaan “jebakan harga” hingga biaya tambahan yang tidak transparan mulai dikeluhkan pelanggan.
Seorang konsumen berinisial SW mengaku mengalami kejanggalan saat berbelanja di salah satu gerai Alfamidi di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen. Awalnya, ia hanya membeli beberapa snack dan es krim. Namun, setelah keluar dari toko dan memeriksa struk pembayaran, ia menemukan hal yang mencurigakan.
“Saya lihat kembali resi, ternyata ada harga barang yang tidak sesuai dengan yang tertera di rak. Bahkan ada item yang tidak saya beli, tapi masuk dalam tagihan,” ungkap SW.
Temuan tersebut membuatnya menduga adanya praktik yang merugikan konsumen. Ia menyebut kondisi ini bisa menjadi semacam “jebakan” yang berpotensi mengelabui pelanggan yang tidak teliti saat bertransaksi.
Menanggapi hal itu, salah satu staf yang juga bertugas sebagai kasir di gerai tersebut memberikan klarifikasi. Ia menyebut perbedaan harga kemungkinan disebabkan oleh penataan barang di rak yang telah bergeser.
“Maaf pak, mungkin barangnya sudah berpindah dari tempat semula, jadi harga di rak tidak sesuai,” jelasnya.
Sementara terkait adanya item yang tidak dibeli namun muncul dalam struk, kasir tersebut menjelaskan bahwa itu merupakan biaya kantong plastik yang dikenakan kepada pelanggan.
“Itu biaya kantong plastik, memang harus dibayar oleh setiap pelanggan,” tambahnya.
Namun demikian, temuan di lapangan menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam penerapan biaya tersebut. Berdasarkan amatan media, tidak semua meja kasir di gerai yang sama mengenakan biaya kantong plastik kepada pelanggan.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai perbedaan kebijakan tersebut, kasir hanya menjawab singkat, “Oh itu saya tidak tahu, Pak.”
Kendatipun kelebihan bayar telah dikembalikan,itu pun setelah dipertanyakan oleh pelanggan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait standar operasional dan transparansi harga di tingkat gerai.
Konsumen diimbau untuk lebih cermat memeriksa struk belanja sebelum meninggalkan kasir, guna menghindari potensi kerugian.
Di sisi lain, pihak manajemen ritel modern diharapkan dapat meningkatkan pengawasan internal serta memastikan kesesuaian harga antara rak display dan sistem kasir, termasuk kejelasan informasi terkait biaya tambahan seperti kantong plastik.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di tengah kemudahan belanja modern, ketelitian konsumen tetap menjadi kunci utama.(**)

0 Komentar