![]() |
| Akun Facebook palsu 'Bang Zulfadhli Samalanga' (6/1) |
BANDA ACEH, REAKSIONE.ID | Akun Facebook palsu yang mencatut nama dan foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh kembali meresahkan publik. Akun bernama “Bang Zulfadhli Samalanga” dilaporkan aktif mengirim permintaan pertemanan ke sejumlah pengguna Facebook, meski hanya memiliki puluhan teman dan baru dibuat.
Nasruddin yang akrab dengan sapaan Nyak Din, angkat bicara dan menegaskan bahwa akun tersebut bukan milik Abang Fadhli, karena Ketua DPRA tidak pernah memiliki akun Facebook maupun aktif di media sosial apa pun.“Abang Fadhli tidak tahu-menahu siapa yang membuat dan mengelola akun Facebook itu, apalagi apa tujuan di baliknya. Yang jelas, itu bukan akun Abang Fadhli,” tegas Nyak Din Samalanga kepada REAKSIONE.ID, Selasa (6/1/2026).
Nasruddin menjelaskan, selama ini, Abang Fadhli (Ketua DPRA) hanya menggunakan telepon seluler dan WhatsApp untuk berkomunikasi. Seluruh aktivitas, unggahan, maupun pesan yang muncul dari akun Facebook bernama “Bang Zulfadhli Samalanga” dipastikan tidak ada kaitannya dengan Ketua DPR Aceh.
Ia pun meminta masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap akun yang mengatasnamakan pejabat publik, apalagi jika digunakan untuk kepentingan tertentu.“Jangan percaya postingan, pesan, atau permintaan apa pun dari akun tersebut. Sekali lagi saya tegaskan, itu bukan akun Facebook Abang Fadhli,” ujarnya dengan nada serius.
Tak hanya itu, Nasruddin juga memberikan peringatan keras kepada pihak yang sengaja membuat dan menggunakan akun palsu tersebut. Ia menilai tindakan itu berpotensi melanggar hukum karena menyalahgunakan identitas orang lain tanpa izin.
“Saya mengimbau agar segera menghentikan perbuatan ini. Jangan memalsukan jati diri orang lain untuk kepentingan pribadi, apalagi berpura-pura menjadi Ketua DPRA,” pungkasnya.
Munculnya akun palsu yang mencatut nama pejabat publik bukan kali pertama terjadi di Aceh. Fenomena ini kembali mengingatkan pentingnya literasi digital dan kehati-hatian masyarakat dalam bermedia sosial, terutama di tengah maraknya penipuan dan manipulasi identitas di dunia maya.(**)

0 Komentar