![]() |
| Tgk Khalili memimpin Tradisi Peusijuek Siswa-siswi Kelas XII SMAN 1 Jeunieb Kabupaten Bireuen, Aceh (25/4) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Suasana haru bercampur kebanggaan menyelimuti SMAN 1 Jeunieb saat 40 siswa-siswi kelas XII resmi dipeusijuek dalam rangka syukuran kelulusan, Sabtu (25/4/2026). Tradisi khas Aceh ini menjadi penutup perjalanan pendidikan selama tiga tahun sekaligus penanda awal langkah baru menuju masa depan.
Syukuran dirangkai dengan Tradisi peusijuek, tausiah, serta doa bersama. Kepala sekolah, Sumarditomo, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memperkuat ikatan emosional antara siswa dan almamater.
“Kami ingin hubungan kekeluargaan antara sekolah dan siswa tetap terjaga. Syukuran dan peusijuek ini menjadi momen untuk mempererat ikatan tersebut,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga mengungkapkan capaian membanggakan di awal tahun 2026. Sebanyak tiga siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi tanpa tes, di antaranya ke, Nurul WidyaUniversitas Malikussaleh dan, Umaira jurusan hukum ke UIN Ar-Raniry, Revad Alrasyat Jaringan Komputer di Politeknik Lhokseumawe.
![]() |
| Kepala SMAN 1 Jeunieb, Sumarditomo, S.Pd., MPd memberi sambutan pada Syukuran dan Peusijuek 40 Siswa-siswi Kelas XII (25/4) |
Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi di berbagai bidang.
“Kami berharap ke depan akan lahir pemimpin-pemimpin baru dari alumni SMAN 1 Jeunieb. Baik yang melanjutkan pendidikan maupun yang langsung terjun ke masyarakat, semuanya memiliki peran penting sebagai anak negeri,” tegasnya.
Prosesi peusijuek dipimpin oleh Tgk Khalili yang juga menyampaikan tausiah penuh makna kepada para siswa. Ia mengingatkan bahwa masa muda adalah fase terbaik untuk membangun nilai kehidupan.
“Masa paling indah adalah masa muda. Gunakan tenaga dan kesempatan yang Allah berikan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi sesama,” pesannya.
Dalam tausiah tersebut, ia juga menekankan pentingnya iman sebagai sumber kebahagiaan sejati. Menurutnya, kekayaan tidak selalu menjamin kebahagiaan, namun keimanan akan membawa ketenangan hidup.
“Hidup ini ibarat perantauan. Pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Allah. Jangan tergoda oleh keindahan dunia semata, karena kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Syukuran diakhiri dengan doa bersama, penuh harap agar para lulusan mampu melangkah ke jenjang berikutnya dengan bekal ilmu, iman, dan karakter yang kuat. Momen peusijuek pun menjadi catatan bersejarah bagi para siswa, sebagai titik awal menuju masa depan yang lebih gemilang.
Syukuran dan Peusijuek Siswa-siswi kelas XII dihadiri Komite Sekolah, Dewan Guru, Tokoh masyarakat, Para Siswa-siswi dan Tamu undangan lainnya.(**)
.webp)
.webp)
0 Komentar