![]() |
| Sapi bantuan Meugang dari Presiden Prabowo Subianto dikarantina di Pasar Hewan Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh (16/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pemerintah Kabupaten Bireuen mengoptimalkan dana bantuan kemanusiaan dari Presiden Republik Indonesia sebesar Rp2.250.000.000 untuk pengadaan hewan meugang bagi warga terdampak banjir. Jika semula dialokasikan untuk 45 ekor lembu, kini jumlahnya digandakan menjadi 90 ekor agar jangkauan bantuan lebih merata menjelang Ramadan 1447 H.
Bupati Bireuen menegaskan, keputusan menggandakan jumlah lembu diambil setelah dilakukan pemetaan terhadap desa-desa terdampak banjir. Hasilnya, kebutuhan di lapangan dinilai lebih besar dari perhitungan awal.“Alokasi awal 45 ekor belum mencukupi untuk menjangkau seluruh desa terdampak. Dengan efisiensi dan optimalisasi anggaran, kita upayakan bisa menjadi 90 ekor agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” ujar Bupati.
Tradisi meugang di Aceh menjadi momentum penting bagi masyarakat menyambut bulan suci Ramadan. Namun, banjir yang melanda sejumlah wilayah Bireuen menyebabkan banyak warga kehilangan mata pencaharian.
Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah berharap kebutuhan daging meugang bagi masyarakat terdampak tetap terpenuhi, sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.“Ini bentuk perhatian Presiden kepada masyarakat Bireuen. Tugas kami memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak maksimal,” tegasnya.
"Sebanyak 90 ekor lembu bantuan tersebut saat ini telah dikarantina di Pasar Lembu Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa. Proses pemeriksaan kesehatan dan pendataan dilakukan sebelum distribusi.
Rencananya, penyaluran akan dimulai Selasa, 17 Februari 2026, melalui para keuchik (kepala desa) yang menerima secara resmi disaksikan camat setempat. Selanjutnya, daging meugang akan didistribusikan kepada warga di masing-masing gampong sesuai daftar penerima manfaat.
Langkah menggandakan jumlah lembu dengan dana yang sama disebut sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah dalam mengelola dana publik. Pemerintah memastikan tidak ada desa terdampak yang terlewat dalam pendistribusian bantuan.
Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Bireuen berharap suasana meugang tetap terasa hangat di tengah kondisi pascabencana, sekaligus memperkuat solidaritas sosial masyarakat menjelang Ramadan.(**)

0 Komentar