![]() |
| Dr. Tgk. H. T. Mursal M. Nur, S.HI., MA, Khatib Jumat di Masjid Jami’ Badrussalam, Cot Gapu, Kota Juang, Kabupaten Bireuen (30/1). |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam diajak untuk memperkuat kesiapan spiritual melalui pengamalan lima nilai utama dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu disampaikan Khatib Jum’at, Dr. Tgk. H. T. Mursal M. Nur, S.HI., MA, dalam khutbahnya di Masjid Jami’ Badrussalam, Gampong Cot Gapu, Kemukiman Geulanggang Raya, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Jumat (30 Januari 2026).
Dalam khutbah yang diikuti ratusan jamaah tersebut, Tgk. Mursal menegaskan bahwa kehidupan dunia merupakan ruang ujian bagi manusia. Melalui berbagai peristiwa, termasuk musibah dan bencana, Allah SWT mengingatkan hamba-Nya agar kembali mendekat kepada jalan kebenaran.“ Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah, niscaya akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebaliknya, menjauh dari-Nya hanya akan menghadirkan kegelisahan dan kesengsaraan,” ujar Tgk. Mursal.
Ia mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa yang sarat rahmat, ampunan, dan kasih sayang Allah SWT. Bahkan di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar.
“Karena itu, Ramadhan harus disambut dengan persiapan matang, baik secara fisik maupun mental, agar ibadah yang dijalani benar-benar bernilai di sisi Allah,” tuturnya.
Keluarga sebagai Investasi Akhirat
Dalam khutbahnya, Tgk. Mursal juga menyoroti pentingnya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Menurutnya, kedamaian rumah tangga tidak akan lahir tanpa kedekatan kepada Allah SWT.
Ia menekankan bahwa anak-anak merupakan investasi akhirat yang harus dijaga dan diarahkan sejak dini. Anak saleh dan salehah, katanya, akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi orang tua.
“Rasulullah ļ·ŗ menyebut keluarga yang tidak melahirkan investasi akhirat sebagai keluarga yang mandul, meskipun secara lahiriah memiliki keturunan,” jelasnya.
Karena itu, orang tua diminta untuk membekali anak dengan pendidikan dunia dan akhirat. Jika kemampuan ilmu terbatas, maka anak-anak dianjurkan diserahkan kepada lembaga pendidikan Islam dan dayah agar tumbuh dalam nilai keimanan yang kuat.
Ciri Orang Saleh
Lebih lanjut, Tgk. Mursal menyampaikan bahwa ciri orang saleh adalah mereka yang bahagia di dunia dan akhirat, memiliki keluarga yang baik, serta memastikan harta yang diperoleh berasal dari sumber yang halal.
Selain itu, semangat menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, menjadi pondasi penting dalam membentuk pribadi yang diridhai Allah SWT. Orang yang beruntung, menurutnya, adalah mereka yang memanfaatkan umur untuk ilmu dan mampu membersihkan hati dari penyakit batin seperti iri, dengki, sombong, dendam, serta kecintaan berlebihan pada dunia.
Pada penutup khutbah, Tgk. Mursal mengajak jamaah untuk mengamalkan Lima “S” sebagai bekal menjaga kehidupan dunia dan akhirat.
Pertama, Syukur, yakni menerima setiap ketentuan Allah dengan lapang dada.
Kedua, Sabar, sebagai pendamping terbaik dalam setiap ujian kehidupan.
Ketiga, Shalat, sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT.“ Perbaikilah shalatmu, niscaya Allah akan memperbaiki hidupmu,” ungkapnya mengutip makna hadis Nabi ļ·ŗ.
Keempat, Sedekah, amalan yang memiliki keutamaan besar dan menjadi penyesalan terbesar manusia saat ajal tiba. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-MunÄfiqÅ«n ayat 10 tentang keinginan manusia untuk kembali hidup demi bersedekah.“ Sedekah adalah amalan yang paling banyak menolong, bahkan sejak seseorang berada di alam kubur,” katanya.
Kelima, Selawat, yang diyakini membawa ketenangan jiwa, kemudahan urusan, serta keberkahan hidup melalui kecintaan kepada Rasulullah ļ·ŗ.
“InsyaAllah, jika Lima ‘S’ ini diamalkan secara konsisten, Allah SWT akan menjaga kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat,” tutup Tgk. Mursal.
Diketahui, Tgk. Mursal juga merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, yang aktif berdakwah dan membina umat melalui pendekatan keilmuan dan spiritual.(AAP)

0 Komentar