Breaking News

Mahasiswa STIK Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Bireuen

Aksi Sosial Trauma Healing Mahasiswa STIK Angkatan 83 di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen (11/2) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83/WPS Sindikat XII melanjutkan rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (Dianmas) hari ketiga di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, dengan aksi nyata di tengah warga terdampak banjir.

Mengusung pendekatan berbasis data dan empati sosial, kegiatan difokuskan pada manajemen logistik, trauma healing bagi anak-anak, serta bakti sosial untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Polsek Jangka. Para mahasiswa melakukan pendataan menyeluruh terhadap jumlah warga terdampak, kondisi wilayah, jumlah pengungsi, serta perkembangan upaya pemulihan pascabanjir.

"Melalui dialog langsung dengan personel Polsek dan pemanfaatan panel situasi, tim menyusun gambaran kebutuhan riil di lapangan. Data tersebut menjadi dasar penyusunan rencana distribusi bantuan agar tepat sasaran dan sesuai prioritas.

Pendekatan ini menegaskan pentingnya manajemen logistik yang terukur dalam penanganan bencana, sehingga bantuan tidak tumpang tindih maupun salah distribusi.

"Usai manajemen logistik, kegiatan dilanjutkan di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka. Di lokasi posko pengungsian, mahasiswa STIK menyasar 56 kepala keluarga dengan total 187 warga terdampak.

Fokus utama diberikan kepada anak-anak melalui program trauma healing. Berbagai permainan edukatif dan interaktif digelar untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.

Suasana posko yang sebelumnya diliputi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih ceria. Tawa anak-anak terdengar saat mengikuti permainan yang dirancang untuk membangun kembali rasa aman dan percaya diri. Snack juga dibagikan sebagai bentuk perhatian sekaligus dukungan moral.

"Tak hanya menyasar pemulihan psikologis, mahasiswa STIK juga menyalurkan bantuan sosial berupa beras dan sembako kepada warga dewasa guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.

Selain itu, layanan pengobatan gratis turut diberikan oleh dokter dari Klinik Polres. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi para pengungsi tetap terpantau dan mendapat penanganan yang diperlukan.

Kehadiran tenaga medis di posko menjadi bagian penting dari upaya mencegah munculnya penyakit pascabanjir, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Rangkaian kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari pembelajaran lapangan mahasiswa STIK, tetapi juga mencerminkan komitmen Polri dalam pelayanan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

Dengan mengedepankan kolaborasi bersama aparat kewilayahan, pendekatan berbasis data, serta sentuhan empati sosial, mahasiswa STIK Angkatan ke-83 menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam memastikan masyarakat bangkit dari situasi darurat.

Di tengah upaya pemulihan yang masih berlangsung, sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses bangkitnya Kecamatan Jangka dari dampak banjir yang melanda.(AAP

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya