![]() |
| Tgk Hanafiah M.Ali, S.Ag., M.A (Penceramah) dan Tgk Muhammad Nazar (Imam) pada momentum Shalat Subuh di Mesjid Besar Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh (15/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Semangat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah terasa kian menguat di Masjid Besar Peusangan. Puluhan jamaah Shalat Subuh, Minggu (15/02/2026), tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah dan tausiah yang menekankan pentingnya persiapan menyambut bulan penuh berkah.
Shalat Subuh berjamaah dipimpin Tgk Muhammad Nazar dari Linggong, Bireuen. Pada rakaat pertama, imam melantunkan ayat-ayat Surah Al-Baqarah tentang kewajiban berpuasa, disusul Surah Al-Qadr pada rakaat kedua yang mengingatkan keutamaan Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Momentum religius itu semakin bermakna saat Tgk Hanafiah M.Ali, S.Ag., M.A. menyampaikan tausiah di hadapan jamaah. Dalam pesannya, ia mengajak umat Islam mempersiapkan diri dengan lima bekal utama agar Ramadhan tidak berlalu tanpa makna.
1. Bekal Ilmu
Menurutnya, memahami rukun, syarat, serta hal-hal yang membatalkan puasa menjadi fondasi utama. Tanpa ilmu, ibadah dikhawatirkan tidak sempurna.“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi ibadah yang harus dilandasi pemahaman,” tegasnya.
2. Memperkuat Keimanan
Puasa diwajibkan bagi orang-orang beriman. Keimanan yang kokoh, lanjutnya, akan menjadikan setiap detik Ramadhan bernilai ibadah dan penuh kesadaran spiritual.
3. Menyambut dengan Rasa Bahagia
Ramadhan harus disambut dengan suka cita. Rasa syukur dan kebahagiaan, kata Tgk Hanafiah, menjadi tanda kesiapan hati menerima limpahan rahmat dan ampunan Allah SWT.
4. Membersihkan Hati dan Memperbaiki Hubungan
Ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan sesama manusia (hablumminannas). Jamaah diimbau saling memaafkan, mempererat silaturahmi, berbakti kepada orang tua, serta menjaga keharmonisan keluarga.
5. Memperbanyak Doa
Bekal terakhir adalah doa.
Jamaah dianjurkan memohon agar dipertemukan dengan Ramadhan, diberi kekuatan menjalankan ibadah, dan meraih derajat takwa.“Jangan sia-siakan Ramadhan. Manfaatkan setiap detiknya untuk meraih keberkahan dan pahala berlipat,” pesan Tgk Hanafiah menutup tausiahnya.
Suasana haru menyelimuti masjid ketika jamaah berdiri, saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Lantunan Shalawat Badar menggema, mempertegas kebersamaan para pejuang Subuh dalam menyongsong bulan suci.
Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum transformasi diri. Dari Masjid Besar Peusangan, semangat itu kini mulai diteguhkan: menjemput Ramadhan dengan ilmu, iman, dan hati yang bersih.(AAP)

0 Komentar