Breaking News

Banjir Lumpuhkan Dayah, Polisi Kerja Bakti Selamatkan Aktivitas Santri

Aksi Sosial Jajaran Polres Bireuen membersihkan Dayah Darul Munawwarah Mubarak, pasca bencana Hidrometeorologi (12/2) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID
| Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana di Dayah Darul Munawwarah Mubarak, Dusun Pante, Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, masih jauh dari kata pulih. Tiga bulan pascabanjir hidrometeorologi yang melanda Aceh, areal pesantren seluas sekitar 2.500 meter persegi itu masih tertimbun endapan lumpur tebal, Kamis (12 Februari 2026), 

Puluhan personel Polres Bireuen turun langsung melakukan kerja bakti membersihkan sisa material banjir yang mengering di halaman dan lingkungan dayah. Dengan sapu, cangkul, sekop, gerobak dorong, kain pel hingga mesin semprot air, aparat kepolisian berjibaku mengangkat lumpur yang membeku di lantai dan sudut bangunan.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Tim Iptu Misbahuddin dan dikoordinasikan di lapangan oleh Kabag Ops Polres Bireuen, Kompol Darmansyah. Selain membersihkan lumpur, personel turut merapikan kayu dan papan yang sebelumnya disiapkan untuk pembangunan bilik santri, serta memperbaiki mobiler yang rusak diterjang banjir.

Dayah Darul Munawwarah merupakan cabang Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Ulee Glee, Kabupaten Pidie Jaya. Berdiri sejak 2022, dayah ini menampung puluhan santri tingkat SD hingga SLTA dari sejumlah gampong, seperti Raya Dagang, Pante Pisang, Raya Tambo, dan Pante Lhong.

Pimpinan dayah, Tgk Muliadi, S.TU (36), mengungkapkan banjir setinggi sekitar 1,5 meter melumpuhkan seluruh aktivitas pendidikan. Lumpur tebal merusak hampir seluruh fasilitas belajar.“Semua mobiler rusak, sebagian hilang. Al-Qur’an dan kitab-kitab hanyut. Perangkat sound system seperti ampli, kabel, dan mikrofon rusak total. Beberapa balai pengajian rusak, bahkan satu balai roboh,” ujarnya.

Menurutnya, kayu dan papan untuk pembangunan kamar santri yang hendak menginap juga banyak yang terbawa arus. Hingga kini, kegiatan belajar mengajar belum dapat berjalan normal karena fasilitas belum sepenuhnya pulih.

Sejumlah pihak sebelumnya telah turun membantu, mulai dari relawan Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng yang dipimpin Abiya Kuta Krueng Drs. H. Anwar, mahasiswa KPM/KKN Tematik UIN Ar-Raniry, KNPI Bireuen, hingga relawan zakat. Namun, keterbatasan sarana dan peralatan membuat pemulihan belum maksimal.

Keuchik Gampong Raya Dagang, Mustafa (56), didampingi Kepala Dusun Pante, Khaidir (40), menyebut wilayahnya termasuk yang terdampak paling parah saat banjir melanda.

“Hingga sekarang masih banyak rumah warga yang dipenuhi lumpur. Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat seperti eskavator agar proses pembersihan bisa lebih cepat,” kata Mustafa.

Menjelang Ramadhan, sebagian warga masih berjuang membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur yang belum sepenuhnya terangkat. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu kenyamanan ibadah dan aktivitas pendidikan selama bulan suci.

Pengelola dayah dan masyarakat berharap adanya perhatian lanjutan dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu pemulihan sarana pendidikan dan lingkungan. Harapannya, Ramadhan tahun ini bisa dijalani dalam kondisi yang lebih layak, bersih, dan khusyuk.(AAP

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya