![]() |
| Pra-Musrenbang Tematik Stunting di Balai Desa Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen Aceh (5/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pemerintah Kecamatan Gandapura menegaskan komitmen kuat dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui pelaksanaan Pra-Musrenbang Tematik Stunting (Rembuk Stunting), Kamis (5/2/2026). Kegiatan yang digelar di Balai Desa Kecamatan Gandapura itu mengusung tema Optimalisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting Pascabencana Banjir dan Longsor Hidrometeorologi.
Forum ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting, sekaligus wadah penyatuan langkah lintas sektor agar intervensi kesehatan dan gizi masyarakat berjalan terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Camat Gandapura, Azmi, S.Ag, yang membuka kegiatan secara resmi di hadapan ratusan peserta, menegaskan bahwa Pra-Musrenbang Tematik Stunting merupakan ruang strategis untuk menyatukan program dan kebijakan lintas sektor dalam menekan angka stunting secara signifikan.
“Melalui rembuk stunting ini, kita menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi agar setiap program intervensi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Azmi.
Ia juga mengingatkan para keuchik dan seluruh pemangku kepentingan agar mendorong warga pemegang Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segera mengaktifkan kepesertaan melalui puskesmas terdekat, sebagai upaya memperkuat akses layanan kesehatan dasar.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mon Keulayu, dr. Nely Srihartati, memaparkan kondisi terkini penanganan stunting di Kecamatan Gandapura. Melalui paparan berbasis data, ia menjelaskan capaian, tantangan lapangan, serta alur penanganan stunting mulai dari deteksi dini hingga tindak lanjut medis.
“Penanganan stunting dilakukan secara berjenjang dan terkoordinasi, dari pusat hingga gampong. Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dibentuk berlapis dengan camat, puskesmas, TP PKK, dan keuchik sebagai penggerak utama di tingkat akar rumput,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya perbaikan sanitasi lingkungan, pemenuhan gizi keluarga, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat.
Menanggapi keluhan sejumlah keuchik terkait keterbatasan tenaga dan honor kader Posyandu ILP, Sekretaris Puskesmas Gandapura, Muntasir, SKM, memastikan pihaknya siap memberikan dukungan tenaga kesehatan di gampong, meski hingga kini belum terdapat juknis atau regulasi khusus terkait pembiayaan dari Dana Desa.
“Kami siap mendukung pelaksanaan Posyandu ILP di gampong. Yang terpenting, jadwal kegiatan disampaikan lebih awal agar pendampingan tenaga kesehatan dapat dipersiapkan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Muntasir juga membacakan dan menyimpulkan poin-poin kesepakatan yang kemudian ditandatangani sebagai dokumen komitmen bersama pemangku kepentingan Kecamatan Gandapura. Dokumen itu ditandatangani oleh camat, unsur Polsek dan Koramil, koordinator gizi puskesmas, pendamping desa, para keuchik, serta TP PKK.
Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Gandapura, Sofyan Ramli, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program stunting, terlebih di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa tahun 2026.“ Meski anggaran terbatas, sesuai ketentuan prioritas Dana Desa tahun 2025, bidang kesehatan dan rembuk stunting tetap menjadi agenda utama yang harus dikawal bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti unsur Muspika Kecamatan Gandapura, antara lain Kapolsek Gandapura AKP Hendri Yunan, Danramil 08 Gandapura Kapten Inf. Nurdin Juned, Kepala KUA Abdul Halim, SE., M.Kom, Kepala UPTD KB Kecamatan Junita, SE, para keuchik, TP PKK se-Kecamatan Gandapura, pendamping desa dan pendamping lokal desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Gandapura dan Puskesmas Mon Keulayu.
Pra-Musrenbang Tematik Stunting ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, memastikan efektivitas intervensi, serta menjangkau kelompok sasaran utama meliputi, ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting secara lebih tepat dan berkelanjutan di Kecamatan Gandapura.(AAP)

0 Komentar