Breaking News

Pilar Ketahanan Pangan: Bumdesa Hidup Tani Paloh Kayee Kunyet Kembangkan Cabai Keriting

Pengembangan Cabai Keriting BUMDes Hidup Tani, Gampong Paloh Kayee Kunyet, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen (2/2) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Hidup Tani Gampong Paloh Kayee Kunyet, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, mulai memperlihatkan hasil menggembirakan. Tanaman cabai keriting yang ditanam sekitar satu bulan lalu kini tumbuh sehat dan memasuki fase perkembangan batang, Senin (2 Februari 2026).

Lahan pertanian yang berlokasi di Dusun Kubu Birah itu menjadi bukti keseriusan gampong dalam mengelola alokasi 20 persen Dana Desa Tahun 2025 yang diwajibkan pemerintah pusat untuk mendukung ketahanan pangan melalui BUMDes.

Dengan total Dana Desa Gampong Paloh Kayee Kunyet mencapai lebih dari Rp600 juta pada 2025, sekitar Rp124 juta dialokasikan khusus untuk sektor ketahanan pangan. Berbeda dengan mayoritas gampong lain di Kecamatan Gandapura yang memilih sektor peternakan seperti penggemukan sapi, kambing, atau domba, BUMDes Hidup Tani justru mengambil langkah strategis dengan mengembangkan sektor pertanian, yakni budidaya cabai keriting sebagai komoditas unggulan.

Ketua BUMDes Hidup Tani, Muhammad (36), didampingi Pendamping Lokal Desa Muhammad Idris (43), menjelaskan bahwa program tersebut dirancang dan dikerjakan secara terencana sejak awal. Mulai dari pembersihan lahan, pembibitan, pemasangan plastik mulsa, hingga perawatan tanaman dilakukan secara intensif.” ujar Muhammad.

Menurutnya, keberhasilan tanaman cabai sangat bergantung pada perawatan yang konsisten, mulai dari ketersediaan air, pengendalian hama dan penyakit seperti keriting daun dan jamur, hingga pemenuhan nutrisi tanaman melalui pemupukan yang tepat.

“Kalau semua tahapan dikerjakan dengan baik, mulai dari pembukaan lahan, pembibitan, penyiraman, pemupukan, sampai pengendalian hama, InsyaAllah hasil panennya maksimal,” katanya saat meninjau sekaligus menyiram tanaman.

Di lahan tersebut, BUMDes Hidup Tani menanam lebih dari 6.000 batang cabai keriting. Jika pertumbuhan berjalan optimal, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 0,7 hingga 1 kilogram per batang, meski tetap dipengaruhi faktor perawatan dan kondisi alam.

Masa panen cabai keriting diproyeksikan mulai 120 hari setelah pembibitan, dengan usia produktif tanaman yang dapat bertahan hingga enam bulan atau bahkan lebih, tergantung intensitas perawatan.

Sementara itu, Keuchik Gampong Paloh Kayee Kunyet, Jailani (42), menyebut BUMDes Hidup Tani sebagai salah satu unit usaha desa yang aktif dan produktif, khususnya di sektor pertanian.

“Selain cabai, BUMDes kami juga mengelola kebun sawit beberapa hektare yang berkontribusi pada Pendapatan Asli Gampong. Untuk alokasi 20 persen Dana Desa ketahanan pangan tahun ini, kami sepakat mengembangkan cabai di lahan gampong yang sebelumnya berbukit dan kurang produktif,” ujar Jailani.

Ia mengaku mengapresiasi semangat pengurus BUMDes yang tidak hanya fokus pada hasil usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari proses penanaman, penyiraman, hingga perawatan tanaman.

Pemerintah gampong, lanjut Jailani, terus melakukan monitoring terhadap program tersebut. Hasil dari usaha ketahanan pangan nantinya akan dikelola secara transparan dan dibagi secara proporsional untuk BUMDes, tenaga kerja, gampong, serta dialokasikan bagi kepentingan sosial masyarakat.

Dengan pengelolaan yang serius dan berbasis pertanian produktif, BUMDes Hidup Tani Gampong Paloh Kayee Kunyet optimistis menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan desa sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(**

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya