Breaking News

Pergantian Pimpinan SLTA: Kacabdin Bireuen Tekankan Kepala Sekolah Bekerja dengan Hati

Pisah Sambut Plt Kepala Sekolah dari Sumarditomo, S.Pd., M.Pd., kepada Kepala definitif, Hasan Basri, S.Pd., MM di Aula SMAN 2 Kabupaten Bireuen (2/2) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pergantian pimpinan di lingkungan pendidikan jenjang SMA/SMK di Kabupaten Bireuen menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah kebijakan pendidikan ke depan. Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kepala sekolah bekerja dengan hati, berinovasi, dan membangun sinergi demi meningkatkan mutu pendidikan.

Pesan tersebut disampaikan Abdul Hamid dalam acara pisah sambut Kepala SMAN 2 Bireuen yang berlangsung pada Senin (2/2/2026). Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh komitmen dan ketulusan pemimpinnya.

“Menghidupkan lembaga pendidikan tidak cukup hanya dengan manajemen administratif. Dibutuhkan komitmen yang kuat dan kerja dengan hati. Kepala sekolah memiliki peran strategis dan tanggung jawab langsung dalam mewujudkan sekolah yang bermutu di setiap tempat penugasan,” ujar Abdul Hamid.

Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya dituntut cakap dalam pengelolaan, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang sehat dengan dewan guru, komite sekolah, serta peserta didik. Setiap kebijakan, termasuk pemberian sanksi kepada siswa, harus didasarkan pada pertimbangan hati nurani dan nilai edukatif.

Abdul Hamid juga menyoroti meningkatnya kesadaran masyarakat Bireuen dalam memilih sekolah terbaik bagi anak-anak mereka. Tingginya minat tersebut, kata dia, harus dijawab dengan peningkatan kualitas dan sinergi antarsekolah.

“Hari ini masyarakat sangat selektif. Mereka melirik sekolah-sekolah terbaik agar anak-anak mendapatkan pendidikan maksimal. Kita ingin ke depan tidak ada lagi anak Bireuen yang harus keluar daerah hanya untuk mencari sekolah berkualitas,” tegasnya.

Ia menilai inovasi menjadi “harga jual” utama di dunia pendidikan. Setiap sekolah didorong untuk menggali potensi masing-masing dengan melibatkan peran aktif dewan guru dan peserta didik.“Ciptakan inovasi sesuai karakter dan potensi sekolah. Dengan pemanfaatan sumber daya manusia yang ada, saya yakin akan lahir ‘proyek perubahan’ di dunia pendidikan Bireuen yang kelak bisa ditawarkan kepada pemerintah,” kata Abdul Hamid optimistis.

Dalam arahannya, ia juga menekankan pentingnya pemetaan zona pendidikan serta penguatan peran guru dalam pembelajaran dan inovasi. Ia mengibaratkan anak didik seperti bambu yang harus dibentuk sejak rebung.“ Mutu anak-anak sangat bergantung pada proses pembentukan sejak awal. Di sinilah peran guru dan kepala sekolah menjadi penentu,” ujarnya.

Terkait pengembangan sekolah unggul, Abdul Hamid menyebutkan bahwa SMAN 2 Bireuen telah ditetapkan sebagai sekolah unggulan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf. Untuk menuju standar tersebut, dibutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan.“Salah satu tahapan menuju sekolah unggul adalah penerapan sistem pembelajaran full day school. Ke depan, ini akan menjadi fondasi lahirnya sekolah-sekolah boarding school yang bermutu di Bireuen,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala SMAN 2 Bireuen, Sumarditomo, S.Pd., M.Pd., secara resmi berpindah tugas sebagai Kepala definitif SMAN 1 Jeunieb. Posisinya di SMAN 2 Bireuen kini digantikan oleh Hasan Basri, S.Pd., MM, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.

Pergantian pimpinan ini diharapkan menjadi awal baru bagi penguatan kualitas pendidikan menengah di Bireuen, sejalan dengan tuntutan zaman dan harapan masyarakat.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya