Breaking News

Pascabencana: 1.612 KK Korban Bencana Bireuen Terima Multi-Purpose Cash

Penyaluran bantuan Non Tunai (Multi-Purpose Cash) kepada korban bencana secara simbolis di Desa Pantee Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh (6/2) 

 BIREUEN, REAKSIONE.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Yayasan Fondasi Hidup Indonesia (FH Indonesia) mempercepat langkah pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor melalui penyaluran Bantuan Non Tunai (BaNTu) atau Multi-Purpose Cash (MPC) kepada ribuan warga terdampak di Kecamatan Peusangan.

Serah terima bantuan dilakukan secara simbolis di Meunasah Desa Pante Lhong, menandai dimulainya distribusi program Aceh Relief Integrated Support in Emergency (ARISE) yang didukung Tearfund Netherlands. Program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam memulihkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga kesehatan masyarakat pascabencana.

Bupati Bireuen, Mukhlis, ST, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang terbangun. Ia menegaskan, program BaNTu dijalankan dengan mekanisme yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Program ini dirancang melalui tahapan yang transparan dan akuntabel. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberi ruang bagi penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri dan bermartabat,” ujar Mukhlis.

FH Indonesia bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen menyalurkan BaNTu kepada 1.612 penerima manfaat yang tersebar di tujuh desa terdampak banjir dan longsor. Distribusi dimulai sejak akhir Januari 2026 dengan rincian sebagai berikut:

Desa Kapa: 105 penerima
Desa Pante Pisang: 196 penerima
Desa Blang Panjoe: 120 penerima
Desa Raya Tambo: 224 penerima
Desa Tanjong Paya: 195 penerima
Desa Raya Dagang: 381 penerima
Desa Pante Lhong: 314 penerima
Penerima susulan: 77 KK (dijadwalkan pekan kedua Februari 2026)

Proses penetapan penerima dilakukan secara ketat melalui tiga tahap verifikasi, termasuk metode door to door, guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

Tak hanya bantuan tunai, FH Indonesia melalui mitra Yayasan Emergency Unit (YEU) juga menjalankan intervensi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Kecamatan Kuta Blang. Program ini merespons tingginya risiko penyakit berbasis lingkungan pascabencana.

Hingga Januari 2026, capaian AMPL meliputi:

Penyaluran 20.000 liter air bersih ke desa terdampak, Pembangunan dan perbaikan unit water tank di Desa Ujong Blang dan Blang Mee, Pendataan 2.500 penerima manfaat menggunakan pendekatan inklusif (SADD/DDD), yang menjangkau lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya. 

Sebagai bentuk keberpihakan pada kelompok rentan, FH Indonesia juga menyalurkan tambahan bantuan Rp250.000 bagi penerima manfaat penyandang disabilitas atau keluarga dengan anggota disabilitas.

Direktur Nasional FH Indonesia, Effendy Arritonang, menyebut bantuan ini sebagai bagian dari upaya memulihkan harapan masyarakat.“ Bantuan ini tentu tidak dapat menggantikan semua yang hilang akibat bencana. Namun kami berharap ini menjadi benih harapan agar masyarakat tetap kuat dan mampu bangkit,” ujarnya.

Langkah Lanjutan
Ke depan, program ARISE akan menyalurkan 2.500 paket hygiene kits dan perlengkapan kebersihan komunal ke 50 dusun di Kecamatan Kuta Blang. Selain itu, promosi kesehatan akan digencarkan untuk menjangkau sekitar 10.000 warga, guna memperkuat ketangguhan kesehatan masyarakat pascabencana.

Bupati Mukhlis menegaskan, Pemkab Bireuen akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.“ Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat adalah fondasi utama untuk mempercepat pemulihan Bireuen yang lebih tangguh dan sejahtera,” pungkasnya.(**) 

0 Komentar

© Copyright 2025 | Reaksione - Portal Berita Terkini dan Terpercaya