![]() |
| Pembersihan lumpur pasca banjir di PAUD Nusa Indah, Personil Polres Bireuen Gandeng Mahasiswa Umuslim Peusangan (4/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana kembali ditunjukkan jajaran Polres Bireuen. Puluhan personel kepolisian bersama mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen bergotong royong membersihkan serta menata ulang PAUD Nusa Indah yang terdampak banjir hidrometeorologi, Rabu (4/2/2026), di Gampong Raya Tambo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Aksi sosial tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan fasilitas pendidikan yang sempat lumpuh akibat terjangan banjir. Kegiatan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bireuen, Kompol Darmansyah, dengan Ketua Tim Lapangan Kompol Suryanto.
Sejak pagi, personel Polres Bireuen tampak bahu-membahu membersihkan sisa endapan lumpur, menata ulang halaman sekolah, memperbaiki kanopi, serta memasang kembali rangka besi dan paranet yang sebelumnya roboh diterjang banjir.
Area permainan anak-anak juga dirapikan agar kembali aman dan layak digunakan.
Di dalam ruangan kelas, empat mahasiswa Umuslim turut ambil bagian dengan membantu para guru mendampingi anak-anak belajar dan bermain. Langkah ini dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah keterbatasan sarana pascabencana.
Kepala Yayasan Nusa Indah Raya, Erni Juniyawan, S.Pd., didampingi Pembina Yayasan Marliana, S.Pd., MKM, menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai pihak. Ia menjelaskan, saat banjir melanda, ketinggian air di lingkungan sekolah mencapai lebih dari satu meter dan meninggalkan endapan lumpur setebal sekitar 30 sentimeter.
“Alhamdulillah, saat ini kegiatan belajar sudah kembali berjalan dengan dua kelompok, yakni TK dan Kelompok Bermain. Bantuan hari ini sangat berarti bagi kami,” ujar Erni.
Ia menambahkan, proses pembersihan sebelumnya telah dilakukan secara bertahap oleh sejumlah relawan, di antaranya relawan dari Malaysia selama 12 hari, Rumah Zakat selama 12 hari, Komunitas Sambawana Jakarta, serta para guru setempat selama lima hari. Namun, masih terdapat pekerjaan berat di area halaman dan fasilitas penunjang sekolah.
“Alhamdulillah hari ini puluhan personel Polres Bireuen hadir membantu menuntaskan pekerjaan yang tersisa.
Terima kasih kepada Bapak Kapolres Bireuen dan seluruh jajaran,” ucapnya.
Yayasan Nusa Indah Raya sendiri telah kembali mengaktifkan kegiatan belajar dan bermain sejak 5 Januari 2026.
Sementara itu, mahasiswa Umuslim yang dikoordinir T. Munawar dari Fakultas Informatika bersama mahasiswa lintas fakultas lainnya, turut mengajar dan menata alat permainan edukatif. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Kampus (Proka) Universitas Almuslim sebagai wujud kontribusi mahasiswa dalam pemulihan fasilitas umum dan pendidikan pascabencana.
Kolaborasi antara Polres Bireuen, mahasiswa, dan pihak sekolah ini menjadi gambaran nyata sinergi kepedulian lintas elemen dalam mendukung pemulihan dunia pendidikan serta mempercepat bangkitnya kehidupan masyarakat pascabanjir.(AAP)

0 Komentar