![]() |
| Aksi sosial, Jajaran Polres Bireuen Gotong royong membersihkan Lumpur pasca banjir di Meunasah Gampong Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng (1/2) |
BIREUEN, REAKSIONE.ID | Komitmen Polri hadir di tengah masyarakat kembali dibuktikan Polres Bireuen. Meski di hari libur, puluhan personel kepolisian tetap turun langsung bergotong royong membersihkan endapan lumpur sisa banjir hidrometeorologi di Meunasah Gampong Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Minggu (1 Februari 2026).
Aksi sosial tersebut berlangsung di Dusun Raddak Maden dan melibatkan personel Polres Bireuen, jajaran Polsek, hingga Pos Polsek di wilayah hukum setempat. Bagi kepolisian, tidak ada istilah hari libur ketika masyarakat masih membutuhkan kehadiran negara, terlebih untuk memulihkan fasilitas ibadah dan fasilitas umum pascabanjir yang terjadi lebih dari dua bulan lalu.
Gotong royong dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bireuen, Kompol Darmansyah, didampingi Ketua Tim Kasubbagdal Ops Polres Bireuen, AKP Suharto. Para personel tampak bahu-membahu mengangkat lumpur yang masih tebal menutupi halaman dan lingkungan meunasah. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong, lumpur diangkut ke lokasi pembuangan akhir terdekat.
Tak hanya aparat kepolisian, kegiatan kemanusiaan ini juga mendapat dukungan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UMMAH) Bireuen. Ketua KKN, Juanda, menyampaikan bahwa sebanyak 15 mahasiswa dari berbagai program studi meliputi, Hukum, Ilmu Komputer, Psikologi, Kesehatan Masyarakat, Manajemen, dan Pendidikan Khusus yang sedang melaksanakan KKN di Gampong Pante Baro Kumbang selama 21 hari dan telah menetap selama hampir dua pekan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Keuchik Gampong Pante Baro Kumbang, Khairani Usman (50), didampingi Keuchik Definitif Marwan, SH (55), menyebutkan bahwa kondisi meunasah secara fungsional kini sudah dapat kembali digunakan untuk aktivitas ibadah.
“Untuk ruang utama meunasah sudah bersih. Shalat berjamaah dan pengajian sudah kembali berjalan, baik untuk kaum bapak maupun ibu-ibu. Pengajian diisi oleh guree dari Dayah Darussa’adah dan Tgk dari Pante Pisang,” ujar Khairani.
Namun demikian, ia mengakui pembersihan selama ini masih mengandalkan tenaga swadaya masyarakat. Selain itu, masih terdapat satu bangunan di lingkungan meunasah yang difungsikan sebagai gudang perlengkapan PKK gampong yang hingga kini masih tergenang lumpur. Akibatnya, sejumlah peralatan PKK dilaporkan rusak.
Keuchik Definitif Marwan, SH turut terlibat langsung dalam gotong royong tersebut. Ia mendampingi personel Polres Bireuen sekaligus mengarahkan lokasi pembuangan akhir lumpur, bahkan ikut berjibaku membersihkan area meunasah bersama anggota kepolisian.“ Atas nama Pemerintah Gampong dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Bireuen yang telah hadir membantu kami tanpa mengenal hari libur,” kata Marwan.
Pemerintah gampong berharap adanya perhatian lanjutan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah, untuk membantu melengkapi kebutuhan meunasah seperti Al-Qur’an, sajadah, kipas angin, serta perangkat pengeras suara. Kebutuhan tersebut dinilai semakin mendesak menjelang datangnya bulan suci Ramadan.(AAP)

0 Komentar